TERKINI
NEWS

Zulkifli: Jika Istri tak Datang, Mungkin Saya Sudah Mati

SUBULUSSALAM - Korban penyerangan di Kampung Buluh Duri, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Zulkifli Tinambunan, 43 tahun mengatakan, untung saat kejadian itu istrinya, Julianti, 36 tahun…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

SUBULUSSALAM – Korban penyerangan di Kampung Buluh Duri, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Zulkifli Tinambunan, 43 tahun mengatakan, untung saat kejadian itu istrinya, Julianti, 36 tahun datang, sehingga ia bisa selamat setelah berhasil melahirkan diri dari kerumunan rombongan pengeroyokan yang diperkirakan mencapai 30 orang.

“Saat itu saya sudah terjatuh, mereka terus memukul saya, untung istri saya datang, dia kena pukul juga, tapi saya berhasil melahirkan diri. Kalau tidak, mungkin saya sudah mati, karena mereka ingin membunuh saya, bunuh, bunuh, teriak mereka malam itu,” ungkap Zulkifli Tinambunan kepada portalsatu.com saat di temui di salah satu ruang rawatan di RSUD Kota Subulussalam, Jumat malam.

Zulkifli mengaku sempat melihat 3 orang membawa besi, namun hanya 2 orang yang ia dikenali. Awalnya ia tidak menduga kedatangan rombongan penyerangan malam itu membawa benda keras berupa besi.

“Saya kira mereka datang dengan tangan kosong, saya hadapi saja, rupanya mereka membawa besi,” kata pria berbadan besar ini.

Zulkifili saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Kota Subulussalam, kondisi kedua tangannya sudah mulai berangsur membaik, sehingga sudah bisa digerakkan. Sementara bagian kepala masih terasa sakit dan berdenyut-denyut akibat luka robek.[]

Helmi Abu Bakar El-Langkawi
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar