TAPAKTUAN – Yayasan Al-Hidayah Nyakman Kecamatan Meukek, Aceh Selatan menyediakan satu unit mobil pembersih masjid dan mushalla gratis bagi masyarakat setempat. Mobil minibus dilengkapi sejumlah peralatan tersebut dibeli dengan uang yayasan Rp150 juta.
Ketua Yayasan, Ny. Sakhiyah Sahim Hidayat Nyakman saat dihubungi Minggu, 30 Oktober 2016, mengatakan, tahap awal pihaknya baru mengadakan satu unit mobil untuk melayani pembersihan puluhan masjid dan mushalla dalam Kecamatan Meukek.
Namun, kata Sakhiyah, ketika melihat sambutan masyarakat sangat luar biasa, pihaknya telah memprogramkan pengadaan beberapa unit mobil lagi secara bertahap pada tahun depan untuk menjangkau seluruh tempat ibadah dalam 18 kecamatan seluruh Aceh Selatan.
Sejak operasional mobil tersebut kami launching pada Kamis 27 Oktober 2016 lalu, Alhamdulilah sambutan masyarakat cukup baik. Buktinya, pihak pengelola mobil pembersih rumah ibadah tersebut cukup banyak menerima telepon, tidak saja berasal dari pengurus rumah ibadah dalam Kecamatan Meukek, tapi juga dari luar Meukek, ungkapnya.
Sakhiyah menjelaskan, pihaknya tidak bermaksud untuk kepentingan pribadi atau kepentingan yayasan dalam melakukan pembersihan rumah ibadah baik dalam masjid, mushalla maupun tempat mengambil air wudhu dan toilet. Kata dia, pihaknya hanya mengharap pahala dari Allah swt., dengan cara ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan rumah ibadah.
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, petugas yang ditunjuk dari yayasan dilarang memungut biaya apapun dari setiap pengurus rumah ibadah. Termasuk saat bekerja di lapangan juga harus disesuaikan dengan jadwal masyarakat beribadah, tegasnya.
Dia menceritakan, gagasan atau ide awal hingga terwujud pengadaan mobil pembersih masjid dan mushalla tersebut tercetus dari perbincangan pihak keluarga. Sebenarnya ada beberapa gagasan yang sempat dicetuskan anggota keluarga besar Hidayat Nyakman. Namun mereka menginginkan program yang akan dilahirkan tersebut harus bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Intinya bahwa, kami dari pihak keluarga ingin mempersembahkan sesuatu program yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kecamatan Meukek dalam jangka panjang. Hasil musyawarah keluarga akhirnya diputuskanlah mengadakan mobil pembersih masjid dan mushalla. Sasaran awal kami adalah hanya sebatas untuk Kecamatan Meukek, namun dari perkembangan di lapangan dengan mempertimbangkan banyak masukan dari masyarakat, saat ini kami telah memprogramkan akan mengadakan kembali beberapa unit mobil serupa secara bertahap pada tahun depan, paparnya.
Yuli Farmarizal, salah seorang staf yayasan yang juga sopir mobil pembersih masjid dan mushalla mengatakan, mobil dioperasikan tersebut dilengkapi berbagai peralatan pembersih ruangan dan lantai. Seperti mesin genset, mesin vakum cleaner, penyemprot air, pembersih lumut, pembersih kaca, diterjen karbol, porselin, sapu, sikat, pel lantai, sabun serta sejumlah cairan pembersih lainnya.
Menurutnya, dalam satu hari pihaknya mampu membersihkan tiga hingga empat masjid dan mushalla dalam Kecamatan Meukek. Sejak di-launching pada 27 Oktober lalu, pihaknya telah melayani sekitar 15 rumah ibadah dalam Kecamatan Meukek.
Sejak keberadaan mobil pembersih masjid dan mushalla ini diketahui oleh masyarakat, kami sudah banyak dihubungi pengurus masjid dan mushalla yang tidak hanya berasal dari Kecamatan Meukek, tapi juga Kecamatan Labuhanhaji Raya dan Sawang. Sambutan masyarakat sangat luar biasa, ucapnya.
Untuk diketahui bahwa, putra asli Kecamatan Meukek, Ir. HIdayat Nyakman yang pernah menjabat Dirut PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh dan saat ini menjabat Dirut PT Petrokimia Gresik, telah berhasil mendirikan lembaga pendidikan terpadu mulai SMA, SMP, SD, TK dan PAUD. Lembaga pendidikan diberi nama Insan Madani Meukek di bawah naungan Yayasan Al-Hidayah Nyakman di Desa Kuta Baro, Kecamatan Meukek tersebut didirikan tahun 2004 lalu.
Lembaga pendidikan yang sebagian sumber anggarannya disubsidi dari pendapatan Hotel Kuala Radja, Banda Aceh tersebut hingga tahun 2016 ini berhasil mencetak lulusan enam angkatan. Dengan metode pengajaran dikombinasikan antara pendidikan formal dan pesantren serta siswanya disediakan asrama. Siswanya diwajibkan berbicara bahasa Inggris dan Arab dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan sekolah. Hal itu telah menjadikan lembaga pendidikan tersebut sebagai satu-satunya sekolah favorit untuk saat ini bagi pelajar tamatan SMP baik dalam wilayah Aceh Selatan maupun luar kabupaten ini.[]
Laporan Hendrik