TAKENGON – Lantunan suara merdu nan syahdu terdengar dari arah gedungu Ummi, yang terletak di sebelah utara Pendopo Bupati Aceh Tengah, 10 Agustus 2016 lalu.
Saat portalsatu.com mendatangi arah suara tersebut, di sudut depan ruangan gedung berdiri sesosok gadis di podium. Ia sedang melantunkan bait-bait ayat suci Alquran.
Selembar spanduk menempel di dinding, persis di belakang gadis itu berdiri. Bertuliskan 'Pelepasan Jamaah Calon Haji Aceh Tengah'. Lantunan kalam Illahi yang dibacakan gadis itu pertanda acara sudah dimulai.
Portalsatu.com dan undangan yang hadir terkesima mendengar suaranya yang indah. Embusan nafas sealun dengan irama membuat hati ikut terhanyut. Beberapa undangan terlihat berbisik, mungkin mereka sedang membicarakan kefasihan suara gadis itu.
Belakangan identitas gadis itu pun terungkap, dia ternyata perwakilan Aceh di ajang MTQ ke-26 di Nusa Tenggara Barat pada 28 Juli-6 Agustus 2016. Di ajang nasional itu ia mendapatkan juara tiga.
Gadis bersuara merdu itu bernama Yasarah, usianya baru 19 tahun. Hari itu ia mengenakan kerudung hitam dan membuatnya tampak anggun. Ia dilahirkan di Pinangan, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Ia bungsu dari pasangan Misbahuddin dan Salmah.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya mendapat kesempatan berbincang dengannya. Ia bercerita tentang perjuangannya hingga berada di posisi saat ini. Tidak mudah, ia mengaku. Kerap jatuh bangun. Tekun dan kerja keras, itulah modalnya. Sejumlah prestasipun telah didapatnya, sejak masih di bangku Madrasah Ibtidaiyah ia mulai mengumpulkan juara di ajang MTQ.
Putri asli Gayo itu tercatat sudah menyabet Juara III remaja berprestasi 2013 se-Aceh Tengah. Ia juga pernah merebut juara II Pidato Bahasa Inggris tingkat SMA se-Aceh Tengah. Pernah juara harapan I Cipta baca Puisi se-Aceh.