BLANG PIDIE – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat Daya, Miswar, mempertanyakan kebijakan pemerintah Aceh Barat Daya yang sering memenangkan kontraktor luar dalam proses lelang proyek di Aceh barat Daya. Dalam beberapa proyek, kontraktor lokal hanya menjadi penonton.
“Pemerintah Aceh Barat Daya dalam melakukan pelelangan paket proyek besar di Aceh Barat daya yang tidak memberi kepercayaan kepada para kontraktor lokal menjadi rekan dalam melakukan berbagai paket proyek,” katanya, melalui Whats App kepada Portalsatu.com.
Dia menjelaskan hasil penelesuran pihaknya pada Layanan Pengadaan Secara Electronik (LPSE) Aceh Barat Daya dari 124 proyek besar, 93 Proyek dimenangkan oleh kontraktor atau pengusaha luar Abdya, sedangkan kontraktor lokal hanya memenangkan 31 proyek besar termasuk ada beberapa proyek yang masih dalam proses pelelalangan.
Dalam hal ini, dia mencontohkan pembangunan jalan 30 ruas lama muda-Krueng Teukueh yang menelan anggaran APBD dengan total anggaran 19,6M, dimenangkan oleh PT Haikal Inti Sejahtera yang berkantor di Aceh Besar. Seterusnya peningkatan jalan Ie Merah – Lama Muda sumber anggaran dari APBD dengan anggaran 30,65M yang juga dimenangkan oleh kontraktor luar Abdya yaitu, PT AYBA Aceh perdana berkantor di Aceh Besar.
'Kita akan menelusuri proses lelang proyek di aceh barat daya apakah sudah sesuai dengan peraturan atau ada pihak yang bermain dengan pelalangan proyek ini,” ujar Miswar.