TERKINI
TEKNO

Warga Patani Ramaikan Masjid Kerisik Saat Idul Fitri

Masjid ini pernah menjadi lokasi pembantaian terhadap muslim oleh sekelompok tentara

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 5.5K×

PATANI – Masyarakat Patani, Thailand Selatan, memiliki cara tersendiri dalam merayakan Lebaran Idul Fitri. Salah satunya adalah mengunjungi Masjid Kerisik atau Masjid Sultan Muzaffar Shah di kawasan Majlis Kerisik Tanjung Lult, Merang, Patani.

Masjid ini dalam bahasa Thailand dikenal juga dengan sebutan Krue Se Mosque atau Pitu Krue-ban Mosque. Sementara Kerisik merupakan bahasa Melayu yang artinya adalah pasir putih bak mutiara di kawasan pantai.

Pada zaman dahulu pelayar dari Arab menyebut kawasan pantai ini dengan “lu lu” atau “mutiara” dalam bahasa Melayu. Penyebutan daerah ini oleh orang-orang Arab tersebut di kemudian hari berubah menjadi nama sebuah kampung “Tanjung Luluk”, yang wilayahnya masuk teritorial Patani. Namun, secara resmi masjid tersebut bernama Masjid Sultan Muzaffar Shah.

Masjid ini merupakan bangunan ibadah untuk ummat Muslim yang didirikan pertama kali menggunakan bata merah di Asia Tenggara. Bata merah tersebut merupakan produk Kampung Tarab Bata yang sekarang berada di kawasan Gamia, Muang, Patani.

Hingga sekarang, Masjid Kerisik menjadi tumpuan masyarakat setempat untuk beribadah.

Di masjid ini pula pernah terjadi pembantaian terhadap ummat Muslim oleh sekelompok tentara yang diduga militer Siam atau Thailand. Saat itu, masyarakat sedang beribadah salat dhuhur pada 28 April 2004. Tiba-tiba, sepasukan militer mengepung masjid ini dan melarang para jamaah keluar dalam waktu yang lama. Mereka kemudian menembak masjid, dan disusul dengan menjatuhkan bom menggunakan helikopter Apache ke dalam kubah masjid.

Insiden ini menjadi catatan hitam bagi pemerintahan Thailand hingga saat ini. 108 nyawa tidak berdosa yang terdiri dari pemuda dan orang tua hilang dalam pembantaian tersebut. Hingga sekarang, pemerintah Thailand sama sekali tidak memberikan keadilan kepada para keluarga korban.

Selain membantai para jamaah di Masjid Kerisik, komandan tentara tersebut juga turut mengimbau agar warga memberitahukan bahwa serangan ini dilakukan kepada kelompok makar, jika ada pihak internasional yang mempertanyakannya.[]

Penulis Zulkifl bin Ahmad (Kholee Nusan)

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar