LHOKSEUMAWE – Sejumlah warga Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, merasa kecewa lantaran tidak kebagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Mardiah Hasan, warga Lorong Lima Desa Tumpok Teungoh, mengatakan, banyak warga miskin tidak mendapatkan KIP. Sebaliknya, kata dia, warga berstatus pegawai pemerintah diduga ikut menerima kartu tersebut.
“Anak saya mulai dari SD sampai SMP tidak mendapatkan biaya apapun dari pemerintah, termasuk sekarang ini Kartu Indonesia Pintar. Saya sangat kecewa dengan pemerintah,” kata Mardiah Hasan, kepada portalsatu.com, Sabtu, 7 Mei 2016.
Mardiah menyebutkan, seharusnya dalam proses pendataan, pihak terkait mendata dengan cara benar-benar melihat kondisi sesungguhnya orang tua para anak calon penerima kartu itu.
“Anak saya berprestasi, tapi biaya pendidikannya sangat terbatas. Saya sangat berharap mendapatkan kartu tersebut dari pemerintah, tapi tidak diberikan,” ujar Mardiah.
Hal sama dikatakan Nurhayati, dan Nurlela, juga warga Tumpok Teungoh. Menurut mereka, pendataan penerima KIP terkesan aneh.
“Masak yang punya rumah bagus, orang tuanya PNS menerima kartu tersebut, sedangkan kami yang hidup dengan menyewa rumah orang, tidak mendapatkannya,” kata Nurlela yang diamini Nurhayati.
Nurlela mengaku sangat mengharapkan kartu tersebut untuk mengurangi bebannya dalam membiayai anak-anaknya memperoleh pendidikan yang layak. Namun ia belum menerima bantuan pendidikan dari pemerintah.
“Saya sedih, apalagi mengetahui ada pegawai yang mendapatkan kartu tersebut,” sebut Nurlela.
Diberitakan sebelumnya, 5.454 anak di Kota Lhokseumawe terima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Kemendikbud, 6 Mei 2016. Pemberian kartu ini merupakan salah satu program kerja Presiden Joko Widodo dalam membantu biaya pendidikan anak Indonesia.
“Untuk Provinsi Aceh ada sekitar 296.063 kartu pintar yang akan dibagikan. Hari ini kita bagikan sekitar 5.454 Kartu Indonesia Pintar di empat kecamatan di Kota Lhokseumawe, yakni Banda Sakti, Muara Dua, Muara Satu dan Blang Mangat,” kata Setya Ardi, dari PT. Satria Antaran Prima, distributor kartu tersebut yang diperecaya oleh Kemendikbud kepada portalsatu.com, Jumat pagi, usai penyerahan di Desa Tumpok Teungoh, Banda Sakti, Lhokseumawe.
Setya menyebutkan, untuk Kecamatan Banda Sakti ada sekitar 2.370 kartu dibagikan, Blang Mangat sekitar 1.258 kartu, Muara Dua sekitar 756 kartu dan Muara Satu ada 1.040 KIP.
Menurut Setya, kartu ini diperuntukkan untuk anak-anak sekolah mulai umur enam tahun sampai batas 21 tahun, dan ini didata pada sekolah mereka masing-masing.[]