LHOKSUKON – Warga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara hingga saat ini belum menerima 'kado' gas kota. Bahkan pipa jaringan gas (jargas) yang terpasang sejak awal Januari 2016 lalu pun belum menyeluruh dan hanya mencakup sejumlah gampong saja.
“Pipa jargas memang sudah terpasang di halaman rumah sejak awal Januari lalu, tapi hingga saat ini belum ada gasnya. Saya masih pakai tabung gas melon 3 kilogram,” kata Yeni, 35 tahun, warga Gampong Meunasah Dayah saat ditemui portalsatu.com, Kamis 25 Agustus 2016.
Hal senada diungkap Budi, 36 tahun, warga yang sama. Katanya, sejauh ini hanya pipa jargas penghubung ke rumah warga yang baru dipasang. “Hingga kini terminal gas atau stasiun pengaliran gas belum ada. Setidaknya begitulah yang dikatakan pekerja pemasang pipa gas beberapa bulan lalu,” ucapnya.
Kasem, 45 tahun, warga Gampong Nga LB secara terpisah menyebutkan, pipa jargas dan meteran sudah dipasang sejak lima bulan lalu, namun belum ada aliran gas.
“Sampo inohat galom na gas, kamoe manteng ngui gas melon nyang kamoe bloe Rp 20 ribe per tabong. Sang payah ta preh 5 thon teuk baroe na gas. Pipa -pipa ka broek hana meujan trok gas nyan,” celotehnya dengan nada kesal.
Lain halnya dikatakan Azhar, 32 tahun, pemilik bengkel di Gampong Meunasah Dayah. Ibunya dan tiga warga lainnya menolak pemasangan pipa gas yang dilakukan beberapa bulan lalu itu. Mereka mengaku takut. “Ibu saya takut, makanya tidak mau pasang. Ia lebih merasa nyaman dengan tabung gas biasa,” katanya.
Sementara itu, Setiawati, 55 tahun, warga Kampung Baru Kuta Lhoksukon mengatakan, meski berada di pusat Kecamatan Lhoksukon dan lingkungan asrama TNI-AD, tapi belum ada pemasangan pipa jargas di wilayah tersebut.
“Hingga kini kami masih membeli gas melon. Jangankan aliran gas kota, pipanya saja belum ada. Memang saya ada dengar beberapa Gampong sudah dilakukan pemasangan pipa, tapi gasnya tetap belum ada,” pungkasnya.[]