IDI RAYEK – Warga pedalaman Aceh Timur dari Dusun Celike, Desa Relis, Kecamatan Lokop Serbajadi mengeluh, karena belum adanya infrastruktur berupa jembatan dan jalan yang menghubungkan antara kecamatan itu dengan Kabupaten Gayo Lues.
Informasi dihimpun portalsatu.com, jalan yang menghubungkan dua daerah pedalaman di dua kabupaten berbeda itu belum memadai. Selama ini masyarakat nekat menerobos derasnya arus sungai jika ingin menyeberang.
“Ada lima lokasi sungai yang harus diarung oleh pengguna jalan jika hendak melewati Gayo Lues, begitu juga sebaliknya untuk warga di sana menuju Aceh Timur. Hal yang seperti ini sudah berlangsung lama selama jalan dibangun masa Belanda dulu,” ujar Ardi, salah satu warga kepada portalsatu.com, Selasa, 19 Juli 2016.
Dia berharap Pemerintah Aceh segera membangun jembatan dan jalan yang layak antardua kabupaten itu. Mengingat jalan tersebut salah satu jalur alternatif yang dilewati masyarakat Aceh Timur khususnya Lokop menuju Gayo Lues, Medan, Kuta Cane, serta Aceh Tamiang.
“Jalur itu kami gunakan karena dekat. Tidak mungkin kami warga Lokop harus lewati Bireuen dulu baru ke Takengon. Maka dalam hal ini kami minta pemerintah tidak hanya memprioritaskan pembangunan terpencil di atas meja saja, tapi bukti kerja di lapangan ada nggak?” katanya mempertanyakan.