TERKINI
NEWS

Warga Geumpang-Manee Dilatih Atasi Konflik Manusia dengan Satwa Liar

Kegiatan untuk mengantisipasi konflik satwa liar dengan manusia yang selama ini sering terjadi di kawasan pinggiran hutan.

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 549×

SIGLI – Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Pidie akan melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada 200 warga dari Kecamatan Geumpang dan Kecamatan Mane. Kegiatan untuk mengantisipasi konflik satwa liar dengan manusia yang selama ini sering terjadi di kawasan pinggiran hutan.

Kepala Disbunhut Kabupaten Pidie, Syarkawi SP kepada portalsatu.com, Kamis 15 Oktober 2015 mengatakan, program sosialisasi dan pelatihan akan dilaksanakan dalam tahun ini. Bahkan pihaknya sudah mempersiapkan kebutuhan yang dibutuhkan dalam sosialisasi, seperti peserta dan  dan lokasinya. 

“Saat ini petugas sudah sedang melakukan pendataan peserta dari dua kecamatan yang berbatasan langsung dengan hutan dimana ada habitat satwa liar,” katanya.

Pendataan perlu dilakukan, menurut Syarkawi, agar peserta yang ikut benar-benar dari tokoh masyarakat gampong dan tokoh pemuda yang punya potesi dan berpengaruh bagi warga lainnya. Lanjutnya ,dari 200 peserta diambil dari  8 desa di dua kecamatan, masing-masing desa diambil 25 orang, 5 diantaranya kaum perempuan. 

Perlunya dilibatkan kaum perempuan, kata Syarkawi, lantaran selama ini kaum perempuan juga ada korban dari amukan satwa liar ketika satwa itu menyerang rumah warga. Kaum ibu tentunya selalu ada di rumah, sehingga acap jadi korban. 

“Pelatihan akan dua kali, dalam satu kali 100 peserta yang dilatih tentang pemahaman hutan dan satwa liar yang selama ini rentan terjadi konflik dengan manusia, termasuk apa penyebab konflik terjadi dan antisipasinya,” kata Syarkawi.

Pemateri lanjut Kadis, akan didatangkan dari BKSDA Aceh, kartena mereka lebih tahu tentang hutan. Selain itu juga ada pemateri local dari dinasnya yang membidangi masalah hutan. 

“Saat ini kita sudah mengirimkan salah seorang staf ke Way Kampas untuk mempelajari teknis penanggulangan konflik manusia dengan satwa liar. Nanti hasil dari sana akan kita iplementasikan di daerah kita,” kata Kadis. 

Dia berharap setelah adanya pelatihan kepada masyarakat nantinya aka nada perubahan pola piker masyarakat kenapa ada konflik antara manusia dengan satwa liar. [] (mal)


 

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar