LHOKSUKON – Masyarakat Gampong Meuria, KM IV, Kemukiman Lhoksukon Teungoh, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara hingga saat ini masih mengeluhkan krisis air bersih. Pasalnya, di gampong tersebut tidak ada suplai air PDAM Tirta Mon Pase.
“Sejak dulu kami menggunakan air sumur untuk memenuhi segala kebutuhan. Mulai dari minum, memasak, mandi, hingga mencuci pakaian. Air sumurnya keruh dengan warna kuning. Di sini, sebagian sumur hanya dikeruk alakadar, tanpa cincin, tapi ada juga yang dipakaikan cincin sumur,” kata Abu Bakar, 63 tahun, warga Meuria ditemui portalsatu.com, Rabu 28 Desember 2016.
Menurutnya, warga yang ekonominya menengah ke atas atau mampu, lebih memilih membeli air isi ulang untuk minum dengan harga Rp5 ribu/galon.
“Sebagian air sumur warga malah ada yang tidak bisa digunakan, karena berbau. Banyak juga warga yang memilih mandi di sungai gampong tetangga, Babah Geudubang. Biasanya untuk minum, air yang baru diambil dari sumur harus diendapkan dulu beberapa jam agar sedikit lebih jernih,” ujarnya.