SIGLI – Wakil Ketua I Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Pidie, Mukhtarozi, menyatakan maju sebagai bakal calon Bupati Pidie periode 2017- 2022.  Dia maju melalui jalur perorangan serta siap mundur dari pengurus partai.

Sikap itu dikatakan Mukhtarozi kepada portalsatu.com, Rabu 15 Juni 2016, saat diwawancarai kesiapan dirinya maju sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pidie.

“Saya sudah persiapkan semua persyaratan untuk maju, bertarung di kancah demokrasi 2017 mendatang, termasuk sudah mengantongi KTP pendukung sebanyak 27 ribu lembar dan menyatakan siap mendukung,” kata Mukhtar.

Dia mengatakan, selain KTP dirinya juga sudah menerima dukungan dari barisan muda Kabupaten Pidie, baik yang ada di Pidie maupun di luar daerah. Mereka semua sudah menyatakan dukungannya dengan harapan Kabupaten Pidie ke depan harus ada perubahan.

Calon dari barisan muda ini, juga sudah menyiapkan calon wakilnya, Ismail Adnan, seorang tokoh muda Kecamatan Batee, yang sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai legislatif Kabupaten Pidie melalui Partai Demokrat. Bahkan mereka sudah memasang spanduk di sejumlah lokasi strategis kota Sigli.

Pasangan ini maju dengan konsep ingin melakukan pembangunan Pidie yang menurut mereka selama ini terkesan “jalan di tempat” atau stagnan. Mereka juga akan melakukan rovolusi birokrasi pemerintahan agar penempatan pegawai sesuai latar belakang dan disiplin ilmu.  

‘Kita akan membangun perekonomian secara terstruktur melalui pertanian dan perkebunan. Pendidikan dan kesehatan merupakan program utama bagi kami,” papar Mukhtar.

Disinggung bagaimana dengan sikap Partai Gerindra Pidie terhadap keputusan pribadinya maju sebaga calon Bupati, Mukhtar menyatakan, dirinya akan meminta dukungan dahulu kepada partai. Jika partai tidak memberi dukungan, maka dia akan mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Gerindra selaku Wakil Ketua I Partai Gerindra Pidie.

“Kita akan memohon restu dan dukungan dari partai, jika partai tidak mendukung, dengan berat hati saya harus mengajukan pengunduran diri dari kader dan pengurus partai,” tegasnya.[]