MEREK pakaian American Eagle memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan pembuatan jeans. Kabarnya kopi memberi sifat anti-bakteri pada jeans.
Ampas kopi biasanya terbuang sia-sia, namun American Eagle mengolah 2.25 gram ampas kopi menjadi serat yang 'ditanamkan' ke dalam jeans. Perusahaan mengklaim ampas kopi dapat menyerap bau dan membantu celana jeans tetap kering sehingga tidak perlu sering dicuci.
Meskipun begitu, Dr. Max Gottesman selaku mikrobiologis mengatakan jeans baru tetap perlu dicuci. Rasanya sulit dibayangkan jika hanya mengandalkan sifat anti-bakteri ampas kopi untuk melawan bakteri patogen yang menyebabkan penyakit, ujarnya kepada NY Daily News (26/10).
Seri jeans bernama Denim X Cafe untuk wanita dan Denim Flex Cafe untuk pria ini dijual seharga 49.95 hingga 54.95 dollar per buahnya atau sekitar Rp 682.000 hingga Rp 750.000.
Pakar tekstil Deborah Young menegaskan kafein tidak akan mempengaruhi kesehatan kulit. Ini hanyalah serat, kulit tidak akan menyerap kafein apapun. Dari segi pemasaran, sangatlah seksi 'memakai' kopi. Banyak orang tertarik dengan produk ini, jelasnya.
Ampas kopi juga tidak membuat jeans ini beraroma kopi. Ini karena ampas kopi sudah diproses sedemikian rupa hingga aromanya hilang.
Sebelumnya tahun 2005, produsen tekstil asal Taiwan bernama Singtex telah memanfaatkan ampas kopi untuk diolah menjadi bahan. Tahun 2012, merek pakaian olahraga Virus di California memproduksi spandex Stay Warm dari biji kopi. Produk ini diklaim dapat membantu tingkatkan suhu tubuh hingga 10 derajat. [] Sumber: Detik.com