LABUHANHAJI – Meski Abuya Djamaluddin Waly Al-Khaidy telah wafat, namun semangat beliau dalam mensyiarkan Islam harus diteruskan seluruh masyarakat Aceh, terutama para santri Dayah Darussalam dan beberapa dayah yang selama ini dibina oleh almarhum Abuya Djamaluddin.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf dalam sambutannya usai menggelar doa bersama di kompleks pemakaman keluarga Syekh Muda Waly Al-Khalidy, tempat Abuya Djamaluddin Waly Al-Khalidy dimakamkan, Selasa, 26 Juli 2016.
“Meskipun dalam keadaan sakit, Abuya tetap membagikan ilmunya dan terus membimbing santrinya agar tidak menyimpang, serta tetap berada di jalan yang benar. Semangatnya untuk terus membimbing umat meski dalam keadaan sakit ini harus dicontoh oleh semua santri,” ujar pria yang akrab disapa Mualem itu.
Untuk diketahui bersama, semasa hidupnya, Abuya Djamaluddin Waly aktif mengajar pada sejumlah jamaah pengajian. Di antaranya, pengajian pimpinan dayah di Aceh Jaya dan Aceh Timur serta pengajian pimpinan dayah di Islamic Centre, Lhokseumawe.
Selain menjadi Rais Am di Dayah Darussalam, yang merupakan dayah tertua di Aceh, Abuya juga merupakan Pimpinan Dayah Asaasun Najjah, Aceh Besar.
Mualem juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menghibur ahlul bait yang telah ditinggalkan oleh Abuya Djamaluddin dengan menggelar takziah agar keluarga Abuya tidak merasa sendiri saat melewati masa berkabung ini.
Tegakkan Ahlus Sunnah wal Jamaah
Dalam kesempatan tersebut, Mualem turut mengungkapkan tentang beberapa pesan Abuya Djamaluddin Waly semasa hidupnya. Di antaranya adalah menegakkan Ahlus Sunnah wal Jamaah di Aceh.
Setiap kami bertemu, satu hal yang selalu tegas disampaikan oleh Abuya adalah tentang menegakkan panji-panji Islam yang berdasarkan dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah di Bumi Serambi Mekah ini. Beliau sangat tegas akan hal ini, ucap Mualem.
Takziah ke Labuhan Haji
Berangkat sekitar pukul 11:00 WIB dari Kota Banda Aceh, Wakil Gubernur tiba di Dayah Darussalam tepat pukul 17:40 WIB, didampingi istrinya, Hj. Marlina Usman beserta rombongan, termasuk Tu Bulqaini Tunjungan, Wakil Bupati Aceh Barat Daya Erwanto.
Rombongan Wagub disambut Sekretaris Umum Dayah Darussalam, Abi Hidayat M. Waly, serta anak Abuya Djamaluddin Waly, Wardiyati. Rombongan langsung menuju pemakaman almarhum Abuya Djamaluddin Waly Al-Khalidy yang berada dalam kompleks Dayah Darussalam.
Menanggapi sambutan dari Waki Gubernur Aceh, Abi Hidayat M. Waly selaku perwakilan ahlul bait menyampaikan rasa terima kasih kepada Wagub dan rombongan atas kunjungannya ke Dayah Darussalam
Semoga ini dapat menjadi penghibur bagi keluarga dan santri yang masih dalam suasana duka. Kami dari pihak keluarga juga memohon maaf kepada semua pihak, jika saja selama hidupya Abuya pernah melakukan kesalahan, ujar Abi Hidayat.
Abi Hidayat menjelaskan, hubungan Abuya dan Mualem telah berlangsung sejak lama dan sangat akrab.
Kedekatan kedua tokoh ini bukan sebatas hubungan ulama dan umara, tetapi hubungan persahabatan yang telah terjalin sejak lama. Sekali lagi terima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Gubernur beserta rombongan,” katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Abi Hidayat yang juga merupakan menantu almarhum Abuya Djamaluddin Waly menjelaskan, sejak hari pertama wafat Abuya, Dayah Darussalam selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat yang berasal dari seluruh Aceh.
Setiap hari, jumlah masyarakat yang datang untuk takziah mencapai tiga ribu orang, yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Atas kunjungan masyarakat ini kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, kata Abi Hidayat.
Mualem yang hari ini kebetulan sedang melaksanakan puasa Syawal, dijamu berbuka puasa oleh ahlul bait. Usai salat Magrib berjamaah, Wagub dan rombongan berpamitan dengan istri Abuya Djamaluddin Waly, Ummi Hj. Salwati Hasan.[]