TAPAK TUAN – Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, mengharapkan akan lahir generasi muda penerus ulama di Aceh yang akan menegakkan akidah agama Islam. Harapan ini disampaikannya saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Aswaja Babul Huda, Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan, Rabu, 7 September 2016.

“Mungkin keu saboh jroh keu masa ukeu untuk ta ubah akhlakul karimah, baik di kalangan PNS, guru, Polri dan TNI dan seubagoe laen. Mudah-mudahan Aceh menuju ke arah thaibatul wa rabbul ghafur,” ujar pria yang akrab disapa Mualem tersebut.

Dia juga berharap generasi muda santri Aceh mampu mengambil peranan ulama-ulama kharismatik Aceh yang hari ini sudah banyak meninggal dunia. Mualem mencontohkan seperti Abu Jamaluddin Waly yang perannya dalam menegakkan agama Islam tidak bisa digantikan oleh yang lain. Kemudian ada juga almarhum Abon Luthfi di Seulimum dan almarhum Abati Aceh Jaya.

“Leu ulama kharismatik Aceh yang ka geuwo bak po teu Allah, dan ta kalon Abu-Abu yang laen ka saket maket, semoga ta lake bak Po Teu Allah supaya geubri panyang umu,” katanya.

Mantan Panglima GAM ini juga berharap banyak kepada para santri dayah yang sudah mampu menghafal kitab kuning untuk menjadi pengganti ulama masyhur di Aceh. Menurutnya hal ini sangat diperlukan untuk memperbaiki daerah, terutama untuk mencegah terjadinya pendangkalan akidah di kalangan masyarakat awam.

“Lage di Jakarta, na yang tem tuka agama demi gaji sibeulun. Dan ini juga sudah terjadi di Aceh. Bahkan di Kalimantan, na aneuk Aceh yang ka jeut pendeta, naudzubillahimindzalik,” katanya.[](bna)