TERKINI
NEWS

Video Meuseuraya Mapesa Turut Meramaikan Pameran Batu Nisan Aceh

BANDA ACEH - Video-video kegiatan meuseuraya (gotong royong) menyelamatkan batu nisan Aceh yang dikoordinir oleh Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) akan diputar selama pameran batu…

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 503×

BANDA ACEH – Video-video kegiatan meuseuraya (gotong royong) menyelamatkan batu nisan Aceh yang dikoordinir oleh Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) akan diputar selama pameran batu nisan Aceh di Museum Negeri Aceh, 9-16 Mei 2017.

Video-video tersebut merupakan rekaman kegiatan di tempat dan waktu berbeda selama beberapa tahun, dan direkam oleh beberapa orang, baik anggota Mapesa, CISAH (Central Samudra Pasai Heritage), maupun suka relawan dari organisasi lainnya.

Sebagian video tersebut adalah kegiatan meuseraya dan ekskavasi di Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh utara, Lhokseumawe, dan tempat-tempat lain. 

“Video-video ini akan kita putar pada layar khusus dangan soundsystem yang memadai supaya pengunjung dapat menontongnya dengan baik. Untuk semua bagian pameran, termasuk peutaran video, kita siapkan pemandu,” kata Almuniza Kamal, staf Museum Negeri Aceh yang mengkoordinir pameran tersebut.

“Saya sudah menyerahkan semua link video meuseuraya kepada pihak Museum Aceh. Tinggal mereka pilih mana yang ingin diputar pada pameran batu nisan Aceh,” kata Mizuar mahdi, Ketua Mapesa, di Banda Aceh, Ahad, 7 Mei 2017.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, panitia pameran bertema ''Batu Nisan Aceh – Dan Sumbangannya Bagi Pengetahuan Sejarah Kebudayaan dan Peradaban Islam di Asia Tenggara”, menargetkan pengunjung sekira dua puluh ribu orang selama enam hari pameran tersebut, di Museum Aceh, 9-16 Mei 2017.

“Peserta khusus untuk pameran tersebut adalah para pelajar yang diundang dari berbagai sekolah di Aceh. Selain itu, ada masyarakat setempat dan luar Banda Aceh. Para peserta Penas KTNA dari luar Aceh juga akan mengujungi pameran batu nisan Aceh ini,” kata Almuniza.

Pihak Museum Negeri Aceh dan Mapesa telah mengadakan rapat teknis pelaksanaan pameran tersebut. Segala sesuatu untuk pameran ini telah disiapkan dari awal tahun 2017. Materi mentah pameran dari pihak Mapesa, kemudian pihak Museum Aceh mengemasnya untuk dipamerkan.

“Pihak Museum menyerahkan tanggung jawab sebagai pemandu kepada pihak Mapesa disebabkan materi dasar untuk pameran ini dari pihak lembaga tersebut, dan mereka yang lebih mengerti, ada tiga orang yang dikirim nantinya,” kata Almuniza Kamal, staf Museum Negeri Aceh.

“Pameran enam hari ini dilaksanakan oleh Museum Negeri Aceh bersama Mapesa dan BPCB. Kita telah mengundang Gubernur Aceh untuk membuka pameran ini,” kata Almuniza, di Banda Aceh, Sabtu 6 Mei 2017.

Almuniza mengatakan, batu nisan yang akan dipamerkan nantinya adalah warisan Kesultanan Lamuri, Samudra Pasai, dan Aceh Darussalam.

“Selain pameran, bersamaan itu juga dibuat seminar tentang batu nisan Aceh dengan pemateri Dr Husaini Ibrahim, Deddy Sastria, dan seorang arkeolog dari Sumatra Utara,” kata Almuniza.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan segera mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) tentang Batu Nisan Aceh, dan mendaftarkan benda warisan dunia Islam dari peradaban Aceh tersebut di UNESCO sebagai benda warisan budaya dunia.[]

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar