KUTACANE – Kelangkaaan BBM di Kabupaten Aceh Tenggara dalam empat hari terakhir menuai protes mahasiswa. Puluhan mahasiswa dari Universitas Gunung Lauser mendatangi kantor DPRK setempat, Jumat (8/1).
Karena tak bersedia ditemui anggota DPRK, para mahasiswa langsung marah dan membakar ban bekas. Melihat mahasiswa yang semakin beringas, sejumlah anggota polisi terlibat saling dorong dengan mahasiswa.
Beberapa mahasiswa yang dianggap sebagai provokator selanjutnya ikut diamankan polisi. Aksi kericuhan pun terjadi saat mahasiswa meminta polisi melepaskan kembali teman mereka.
Sebelumnya, mahasiswa memprotes sikap anggota DPRK Aceh Tenggara yang tidak bereaksi saat BBM langka di kabupaten itu. Mahasiswa menyesalkan sikap anggota dewan yang hanya diam di saat harga BBM di tingkat pedagang eceran mencapai Rp 30 ribu per liter.[] sumber: acehvideo.tv