TERKINI
BAHASA

Utang Bukan Hutang

Manakah yang benar antara utang dan hutang? Kedua kata itu mungkin biasa terdengar atau terbaca di sejumlah berita media massa, misalnya Wow, ternyata hutang di…

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 9.9K×

Manakah yang benar antara utang dan hutang? Kedua kata itu mungkin biasa terdengar atau terbaca di sejumlah berita media massa, misalnya Wow, ternyata hutang di negara kita sebanyak ini. Karena tingginya intensitas pemakaian utang dan hutang dalam masyarakat, muncul anggapan seolah-olah kedua kata itu benar. Padahal, di antara keduanya hanya satu kata yang benar.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata hutang merujuk pada utang. Ini berarti kata utang yang benar, bukan hutang. Bila Anda membuka KBBI daring, disebutkan bahwa hutang merupakan kata yang tidak baku. Selanjutnya, disebutkan dalam KBBI daring itu bahwa bentuk baku hutang adalah utang dengan artinya:

  1. uang yang dipinjam dari orang lain, misalnya dalam kalimat membayar utang di bank
  2. kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima: utang budi dibawa mati

Lagi pula, di dalam kamus Malay-English Dictionary terbitan tahun 1959 oleh Wilkinson atau Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh W.J.S. Poerwadarminta terbitan tahun 1951 tertulis utang, bukan hutang. Itu berarti bahwa bentuk utang itu sudah lama digunakan orang

Persoalan kata seperti di atas cukup banyak terjadi pada kosakata bahasa Indonesia. Kita dapat mengambil contoh kata imbau. Arti kata imbau dalam KBBI adalah panggil; sebut; pintakan; serukan. Kata imbau juga membentuk kata mengimbau yang berarti memanggil; meminta atau menyerukan dengan sungguh-sungguh; mengajak. Selain itu, kata imbau juga dapat membentuk kata imbauan yang berarti panggilan, permintaan (seruan) atau ajakan. Sebagian masyarakat masih sering mengucapkan atau menuliskan kata menghimbau dan himbauan. seperti berikut.

–    Pemerintah menghimbau agar penduduk melaksanakan program Keluarga Berencana.

–    Hanya sebagian masyarakat Desa Sukamaju saja yang melaksanakan himbauan lurahnya.

Penggunaan kata menghimbau dan himbauan pada kalimat di atas tidak tepat karena dibentuk dari kata dasar imbau bukan himbau sehingga kalimat yang benar seharusnya berbunyi:

–    Pemerintah mengimbau agar penduduk melaksanakan Program Keluarga Berencana.

–    Hanya sebagian masyarakat Desa Sukamaju saja yang melaksanakan imbauan lurahnya.

Jadi, penggunaan kata mengimbau dan imbauan yang bermakna meminta atau menyerukan dengan sungguh-sungguh dalam kalimat-kalimat di atas sudah dilaksanakan sesuai dengan makna kalimatnya, yaitu pemerintah mengajak atau menyerukan pelaksanaan Program Keluarga Berencana dan seruan lurah di Desa Sukamaju hanya sebagian saja masyarakatnya.

Semoga dengan hadirnya tulisan ini dapat memberikan pencerahan kepada pembaca agar penggunaan kata utang, mengimbau, dan imbauan dapat diterapkan dengan benar, baik dalam percakapan lisan maupun tulis.

Kata isap juga bernasib sama. Dibandingkan dengan isap, kata hisap lebih sering digunakan oleh masyarakat secara lisan atau tulis. Padahal, bentuk yang benar adalah isap, bukan hisap. []

Sumber: Tribun Manado & Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar