BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala mengadakan Simposium Nasional Mitigasi Bencana Tsunami 2015. Seminar nasional ini dihadiri oleh perwakilan dari USAID, Dr. Clara L. Davis, Prof. Philip F. Liu, Dekan di UNSYIAH, Dosen dari Universitas Ar-Raniry, Dosen Unsyiah, dan mahasiswa.
“Seminar ini bertujuan untuk melakukan pertukaran informasi keilmuan antar para peneliti Tsunami dan ilmu-ilmu lainnya,” kata ketua panitia, Khairul Munadi, Senin, 21 Desember 2015.
Seminar ini dibuka oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal. Ia mengatakan, UNSYIAH turut ikut dalam melakukan penelitian tsunami dan mencari alternatif dan jalan keluar bagi masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
“Unsyiah sebagai jantung hati masyarakat akan mengupayakan riset tentang tsunami dan mencari jalan keluar dan alternatif bagi masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut,” katanya.
Keynote Speaker dalam acara tersebut, Hamzah Latief, mengatakan, tsunami Aceh membuat para peneliti dan ilmuan terus mencari bagaimana solusi dan menggunakan alternatif yang bagaimana agar tercegah dari bencana tsunami.
Menurut Latief, simposium tersebut diadakan untuk agar bisa memitigasi bencana Tsunami melalui penataan ruang dan morfologi kawasan pesisir.
“Data kedalaman dan morfologi kawasan pesisir itu sangat penting untuk kita tahu, agar bisa membuat suatu antisipasi agar bisa menghindari tsunami,” katanya.
Ia juga mengatakan, dalam mengantisipasi tsunami yang akan terjadi, harus menggunakan data yang tepat karena sumber tsunami tidak bisa ditebak, mana lebih dulu akan terjadi dan mana yang masih lama terjadi.
“Kita akan usahakan dengan data yang ada, penelitian yang dilakukan untuk mencari solusi dan alternatif bagi masyarakat,” katanya dalam simposium yang dilangsungkan selama dua hari, 21-22 Desember 2015.[](tyb)
Laporan Fira Zakya