LHOKSEUMAWE Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) RI mengumumkan, Universitas Malikussaleh (Unimal) sebagai peringkat pertama penerima beasiswa Bidikmisi tahun 2016. Kampus yang terakreditasi B itu menerima calon mahasiswa Bidikmisi sebanyak 1.320 orang dari 2.648 mahasiswa yang lulus melalui Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016.
Sementara peringkat kedua dan ketiga masing-masing ditempati Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Negeri Semarang. Berikutnya posisi keempat sampai kesepuluh yaitu Universitas Jember, Universitas Negeri Padang, Universitas Khairun, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Malang, Universitas Andalas, dan Universitas Haluleo.
Total pendaftar SBMPTN ke Unimal sebanyak 10.834 calon mahasiswa, dengan peminat Bidikmisi mencapai 6.024 orang. Namun, kuota kita saat ini baru 500 orang dan sedang diusahakan adanya kuota tambahan dari Kemenrisekdikti, kata Rektor Unimal, Prof. Apridar, melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Selasa, 28 Juni 2016.
Apridar berharap hal ini menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat mengingat sangat banyak calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan adanya beasiswa tersebut. Peserta yang sudah lolos SBMPTN di jalur Bidikmisi, juga masih harus melalui tahapan verifikasi sesuai kuota akhir Bidikmisi yang nantinya akan diterima oleh Unimal.
Dijelaskan, jika dalam hasil verifikasi nanti ditemukan adanya hal-hal tidak benar sesuai persyaratan Bidikmisi dan atau sesuai jumlah kuota yang ada, dimungkinkan mereka untuk batal menjadi penerima Bidikmisi, bahkan gagal menjadi calon mahasiswa Unimal, sesuai dengan peraturan berlaku.
“Jadi kuota akhir berapa jumlah peserta Bidikmisi itu belum kita terima. Masih baru sebatas pengumuman saja. Setelah melewati verifikasi data penerima Bidikmisi dan pembahasan kuota di tingkat nasional, kita akan dikabari oleh Kemenristek berapa total akhir mahasiswa yang menerima Bidikmisi tahun ini,” ujar Apridar.