ISTANBUL Setelah upaya kudeta militer berhasil digagalkan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, langsung menuding ulama yang tinggal di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gulen sebagai dalang di balik kudeta.
Namun, setelah dilakukan investigasi lebih lanjut, Pemerintah Turki mulai menemukan fakta baru. Dalang utama kudeta militer bukanlah Gulen, tapi badan keamanan AS merupakan perencana utama aksi kudeta.
Pandangan tersebut diperkuat dengan pernyataan dari seorang jaksa Turki yang mengklaim CIA dan FBI telah memberikan pelatihan kepada para pengikut Fethullah Gulen.
Hasil penyelidikan jaksa itu tertuang dalam dokumen dakwaan yang disiapkan oleh kantor Jaksa Penuntut Umum Edirne dan akan diserahkan kepada Second Heavy Penal Court.
Dokumen itu selain berisi alasan hukuman berat kepada 43 tersangka anggota komplotan kudeta, juga menyebutkan anggota Teroris Organisasi Fethullah (FETO) telah dilatih oleh Badan Intelijen Pusat (CIA) dan Federal Bureau of Investigation (FBI) AS.