SUBULUSSALAM – Tujuh unit bangunan permanen milik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam terkesan mubazir lantaran tidak difungsikan.
Pantauan wartawan di lapangan, Rabu 31 Agustus 2016 bangunan SMKN tersebut berada di lahan seluas sekitar dua hektare. Di sana juga terdapat dua unit MCK yang dibangun sejak 2010 lalu. Akibat tidak difungsikan kondisi halaman dan perkarangan sekolah tampak kumuh disebabkan banyak sampah berserakan dan rerumbutan juga sudah mulai tinggi.
Mantan anggota DPRK Subulussalam, Syaripuddin Padang, yang juga warga Penanggalan mengatakan informasi diperoleh dari masyarakat setempat bahwa bangunan SMKN1 Penanggalan unit 2 tersebut tidak lagi berfungsi sejak bulan Juni lalu atau sebelum Ramadan.
“Kasihan bangunan megah tidak difungsikan, dana sudah banyak habis untuk pembangunan sarana pendidikan ini,” katanya.
Ia berharap Dinas Pendidikan Kota Subulussalam dan pengelola sekolah SMKN1 Pertanian Penanggalan supaya bangunan tersebut bisa kembali difungsikan.
Antoni Berampu, salah seorang guru SMKN 1 Pertanian Penanggalan kepada wartawan mengatakan sekolah tersebut selama ini digunakan untuk belajar 'teori' saja. Namun akibat belum masuknya instalasi jaringan listrik sehingga aktivitas belajar di sana sementara waktu dihentikan.
Karena proses aktivitas belajar, khususnya teori di sekolah itu menggunakan wifi sehingga wajib ada jaringan listrik. Namun untuk kegiatan praktek masih tetap berlangsung hingga saat ini.
Pihak sekolah berharap instalasi listrik bisa segara masuk di kompleks sarana pendidikan itu, termasuk perbaikan akses jalan menuju ke sana saat belum diaspal.
“Kalau instalasi listrik sudah ada dan akses jalan sudah diaspal, Gedung SMKN 1 Penanggalan Unit 2 itu akan segera difungsikan,” kata Antoni.[]
Laporan Sudirman