Tugu Bundaran Simpang Lima Banda Aceh Bakal Diubah?
BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh bekerjasama dengan PT Bank Bukopin (Persero) bakal membangun tugu baru Bundaran Simpang Lima Kota, Banda Aceh, yang telah…
BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh bekerjasama dengan PT Bank Bukopin (Persero) bakal membangun tugu baru Bundaran Simpang Lima Kota, Banda Aceh, yang telah berdiri sejak 1994 lalu. Hal ini dipastikan setelah adanya penandatanganan perjanjian kerjasama pembangunan kembali tugu antara kedua belah pihak di Balai Kota Banda Aceh, Jumat, 26 Februari 2016.
Perjanjian kerja sama itu ditandatangani langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, dan Pimpinan PT Bank Bukopin Cabang Banda Aceh, Riza Prapanca. Turut hadir Asisten Administrasi Umum M Nurdin bersama sejumlah Kepala SKPK dan Kabag terkait serta jajaran pimpinan Bank Bukopin Banda Aceh.
Wali Kota Illiza pada kesempatan itu meyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesanggupan Bukopin untuk merevitalisasi tugu Simpang Lima, yang merupakan salah satu ikon Kota Banda Aceh.
Ini tugu yang bersejarah, yang membawa Banda Aceh dikenal dunia karena sering dijadikan pusat aksi demonstrasi. Lokasinya juga sangat strategis di pusat kota, ujar Illiza.
Illiza mengatakan Tugu Bundaran Simpang Lima akan dibangun dengan lima pilar utama. Desain ini merujuk pada lima Rukun Islam. Selain itu, pilar tersebut berbentuk setengah Pintoe Aceh yang menjulang ke atas setinggi 14 meter.
Pada lima sisinya tertera kaligrafi asma Allah yang dikombinasinya dengan ornamen khas Aceh, katanya.
Menurut Illiza, pihaknya ingin membangun kembali tugu ini sesuai dengan perubahan zaman dan tentu lebih baik dari segi desainnya. Tugu yang baru nanti kita harapkan dapat mewakili wajah baru Kota Banda Aceh, karena tahun ini sejumlah proyek besar lainnya juga mulai dikerjakan seperti renovasi Masjid Raya, BMEC, dan revitalisasi Taman Sari (Bustanussalatin), katanya lagi.
Riza Prapanca selaku Pimpinan Bank Bukopin Cabang Banda Aceh, mengatakan pihaknya bangga bisa membangun kembali ikon kota, yang juga dibangun Bukopin pada 1994 silam tersebut. Menyahuti permintaan dari Wali Kota Illiza, ini merupakan kesempatan kedua kami untuk memperindah Kota Banda Aceh, ujarnya.
Ia mengatakan Bukopin sebagai bagian dari masyarakat Banda Aceh ingin terlibat langsung dalam perwujudan cita-cita Kota Madani. Tugu Simpang Lima yang direkomendasikan oleh Bu Illiza itu benar-benar bernuansa islami. Saat ditawari tempo hari, kami cukup responsif untuk mewujudkan suatu bangunan yang melambangkan Kota Madani di pusat Kota Banda Aceh, katanya.
Riza mengatakan pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemko Banda Aceh mengenai teknis pengerjaan proyek revitalisasi tugu tersebut. Mulai dari desain dan lain sebagainya, pihak Pemko yang menyiapkannya. Kami men-support pendanaannya saja, dan kami berharap proyek ini dapat selesai dalam tahun ini, kata Riza.
Dana untuk pembangunan tugu ini kami alokasikan khusus di luar dana CSR, dan tentunya dengan persetujuan kantor pusat, katanya, seraya mengharapkan hubungan kerja sama antara Pemko Banda Aceh dan Bukopin dapat terus berlanjut dengan baik di masa mendatang.[](bna)