JAKARTA – Warga yang mengungsi di Sumatera Utara setelah bentrokan antar dua kelompok massa terus diupayakan dipulangkan ke Aceh Singkil. Personel polisi dan TNI siap mengawal para pengungsi.

“Hari ini yang dilakukan Pemda Aceh Singkil adalah secara berangsur mengupayakan kembalinya warga (pengungsi) ke Aceh Singkil,” kata Kabag Penum Polri Kombes Suharsono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2015).

“Kalau mereka (warga pengungsi) ragu-ragu, aparat keamanan, Polri dan TNI siap mengawal sampai ke tempatnya,” ujar dia.

Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan sebelumnya mengatakan ribuan warga Aceh Singkil telah mengungsi ke dua desa di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Yaitu Desa Pak Pak dan Desa Saragih. “Sudah ada 5 ribu sampai 7 ribu warga yang mengungsi,” sebutnya.

Para pengungsi itu kini berada di tempat-tempat penampungan sementara seperti tenda, gereja dan lainnya dengan pengamanan polisi dari satuan Brimob dan Shabara.

Polres Aceh Singkil telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka kasus pembakaran gereja. Selain 3 tersangka yang telah ditahan, 7 tersangka lainnya kini dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi. “Tersangka masih 3 orang, DPO 7, kalau DPO ya tersangka,” ujar Anton.

Tiga tersangka yang telah ditahan masing-masing berinisial S, N, dan I. “7 itu masih kita lacak, belum bisa kita umumkan (inisialnya),” sambungnya.[] sumber: detik.com