Goan Siao atau lebih akrab dikenal dengan Tjap Go Meh di Indonesia, merupakan salah satu rangkaian selanjutnya dalam perayaan tahun baru imlek. Tepatnya pada tanggal 15 pada penanggalan Kalender Imlek, para masyarakat Tionghoa merayakan pesta Goan Siao.
Goan Siao yang merupakan sebutan lain dari Goan Meh memiliki arti Malam Goan. Kata “Goan” merupakan singkatan dari “Siang Goan.” Dan siang Goan ini diartikan sebagai bulan pertama tanggal 15. Sehingga Goan Meh ialah Malam tanggal 15, dan hal inilah yang merupakan arti dari sebutan “Tjap Go Meh” karena Tjap Go=15 dan Meh=Malam.
Pada malam tanggal 15 adalah malam pertama dengan memiliki bentuk bulan rembulan dengan bentuk bulat sempurna dalam tahun yang baru.
Pada malam tersebut, orang-orang akan bergembira, dengan lampion berbagai bentuk dan warna yang diisi dengan sebatang lilin atau bahan penerang lain adalah salah satu aksesoris penting dalam perayaan ini. Masyarakat berlomba-lomba menghias para lampion dalam berbagai bentuk dan corak. Dari langit terlihat sinar bulan purnama yang memancarkan keindahan melalui cahaya peraknya.
Karena lentera-lentera yang indah dan sinar rembulan itu yang menjadikan sebuah keistimewaan pesta ini, dalam sastra Tiongkok menonton keramaian Goan Siao disebut juga dengan menyaksikan lampion hias. Pesta Goan Siao merupakan pesta yang dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk Kaisar yang ikut bergabung bersama masyarakat dalam menikmati pesta ini.
Pesta Perayaan Tjap Go Meh di Indonesia tidak banyak menggambarkan hal-hal yang terjadi pada pesta Goan Siao di Tiongkok. Tidak banyak lampion yang terlihat dalam perayaan di Indonesia. Namun yang banyak terlihat ialah banyaknya rombongan orang yang berjalan-jalan dengan membawa musik dan bernyanyi-nyanyi, dan yang tidak tertinggal ialah minum bir. Hingga tahun 20-an, para rombongan yang berpelisiran itu masih suka menari-nari di jalan raya hingga pagi hari karena masih berada dibawah pengaruh alkohol.