BANDA ACEH – Ketua Partai Nanggroe Aceh (PNA), Samsul Bahri alias Tiyong terkesan marah besar di akun media sosial miliknya, Samsul Samsul, Selasa, 13 Juni 2017. Tiyong menyinggung soal fit and proper test dan menyebutkan adanya kepastian para pengkhianat menjadi penguasa.
“Menjelang fit and proper test…hampir dipastikan para pengkhianat menjadi penguasa………bersiap2 lah kawan2 semua kita akan usir mereka walaupun harus melawan pihak istana …….para kucing2 tdur akan di pastikan jadi raja di dapur andai kita lengah….,,,, lawan lawan dan lawan meskipun kita lapar,” tulis Tiyong.
Keluhannya di media sosial ini mendapat respon dari 500 lebih netizens. “Ratapannya” di dinding facebook inipun sudah dibagikan sebanyak 29 kali secara langsung melalui facebook dan ada pula yang tersebar melalui screen shoot ke grup whatsapp.
Diduga, kemarahan Tiyong ini imbas dari keluarnya SK Tim Penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah atau RPJM Aceh 2017-2022. Hal ini kemudian diduga dipertegas oleh Said Basri dalam komentarnya di status Tiyong.
“Nyoe pat hai pak Tiong penghianat nyan, awak partai amanat Nasional yang jitamong lam tim RPJMA,,, ban ji tamong lam tim RPJMA langsong ji ubah nan bak Facebook menjadi Raje Bintang padahai nan aseli rakan nyan adalah Dr. Nasrul Zaman. Sayang that tanyoe jipeulaku le awak PAN yang barosa tan meudikerja pih keu pak irwandi nova,,, aci neumita info kiban cara Dr. Nasrul Zaman nyan jeut na lam anggota tim rpjma?? bek sampe tanyoe jipeupake le penyusup2 nyan hai pak tiong,” tulis Said Basri.
Dia turut mengirimkan screen shoot SK Tim Penyusun RPJMA Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah yang di dalamnya tertulis nama Dr Nasrul Zaman di Bidang Kesejahteraan Sosial, bersama Dr. dr. M Yani, M. Kes, PKK,. Iqbal Faraby, S.H, Setiawaty, SKM, MPH, Ir Hamdani, Mayjend TNI (Purn) Sunarko, Azfili Ishak, SH, Munawar Liza Zainal, Fadly Sy, S.I.Kom, Mohd. Jully Fuady, S.H, dan Nourma Susanti Manalu, S.Hut.
Kemarahan Tiyong juga terlihat tidak bisa diredam meskipun beberapa rekannya sesama tim pemenangan Irwandi-Nova mencoba mendinginkan suasana. Habib Johan Makmur, misalnya. Dia berkomentar, “Kalaupun mau lawan, lawanlah dengan bijak, bukan dengan kekerasan. Sebab kucing biasanya akan melawan dan mencakar bahkan bisa menggigit kalau kita kasar terhadapnya. Sebenarnya tak usah pusing dengan keadaan itu, asalkan kita tau dimana posisi kita. Dan pihak istana taklah bangai untuk tau siapa yg setia kepada mereka.”
Namun, Tiyong bukannya diam. Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh yang sempat di-PAW beberapa waktu lalu ini bahkan meminta Habib untuk tidak berkomentar. “Han puleh2 bangai habib nyan bek sok pahlawan iem manteng kah,” tulis Tiyong lagi.
Irwandi Yusuf yang adalah Gubernur Aceh terpilih 2017-2022 pun ikut mengomentari status bernada emosi dari Tiyong tersebut. “Adab dan sopan beugot tajaga. Hana gura ba su raya. Su leubeh raya nibak nyan ka kayem lon deungoe, jipeugah tuhan jilawan. Ladom ureueng bangga ngon basa perlawanan. Sang deuh heroisme sinan. Kira2 meunyoe han leupah ta'uet bek ta'ap. Yg nilai geutanyoe ureueng laen. Ureueng jikhem watee tanyoe marit peudeuh dagok dan tapike le tanyoe nyan jikhem kagum. Yg sebenarnya tengoh jikhem untuk mengejek beukum.
Beuteugoh-teugoh rakan eee. Bek tapeulhara rimueng lam babah. Teurimònggeunaséh.”
“Jangan nodai kemenangan rakyat dengan paranoia. Jangan mengklaim pahlawan seorang diri atau sekomplot. Semua orang berjasa sesuai kemampuannya,” tulis Irwandi lagi.
Lagi-lagi, Tiyong terlihat tidak senang. Dia menyebutkan kemenangan yang diraih Irwandi merupakan kemenangan rakyat yang dinikmati kelompok. Mengenai hal ini, Irwandi Yusuf meminta Tiyong untuk memperjelas maksud yang ingin disampaikan.
“Peugah beu jelas, keulompok toh yg nikmati. Golom taduek ka curiga keunoe curiga keudeh,” tulis Irwandi, yang notabenenya adalah Ketua Umum PNA alias “bos” Tiyong di struktural partai.
Namun bukan Tiyong namanya jika diam seribu bahasa. Dia kembali menulis, “peugah haba hana sesuai ngen buet.” Kalimat ini diduga kuat mengarah ke Irwandi Yusuf yang hanya mengomentari status Tiyong tersebut dengan menjelaskan peran Tim RPJMA tersebut. “TIM RPJMA bukan tim balas jasa. Itu tim Think Tank, pemikir dan perencana. Tim sementara. Tidak ada gaji. Terdiri dari cendikiawan tdk pandang partai.”
Hingga berita ini dipublikasi, portalsatu.com belum mengetahui apakah akun Samsul Samsul benar adalah milik Samsul Bahri alias Tiyong. Pasalnya, selain akun Samsul Samsul di facebook tersebut ada pula akun lain yang juga diduga milik Tiyong, Samsul Bahri Pna. Portalsatu.com juga belum mengetahui modus kemarahan Samsul Bahri alias Tiyong selaku Ketua Harian PNA ini jikapun benar akun Samsul Samsul itu adalah miliknya.