TAPAKTUAN – Para nelayan asal Gampong Pasie Meukek, Aceh Selatan yang dikerahkan ke perairan laut Kabupaten Simeulue menggunakan empat unit boat bertonase 7 8 GT sejak Jumat, 2 Desember 2016 malam untuk mencari tiga awak boat KM Satria yang hilang kontak sejak Minggu, 27 November 2016 lalu, mengalami kendala dalam melakukan proses pencarian korban karena air laut di sekitar bibir pantai sejumlah pulau di wilayah itu sangat dangkal.
Untuk memudahkan penyisiran di sepanjang bibir pantai sejumlah pulau pulau kecil tersebut, tim pencari membutuhkan speed boat ukuran kecil.
Sekretaris Desa Pasie Meukek, Tgk Safadi, mengatakan, permintaan bantuan speed boat tersebut disampaikan langsung oleh para nelayan asal gampong itu yang sedang melakukan proses pencarian terhadap awak boat KM Satria asal Pasie Meukek yang dinyatakan hilang sejak pekan lalu.
Permintaan itu disampaikan langsung oleh para nelayan kita melalui komunikasi radio boat ke radio pangkalan utama di Pasie Meukek. Kata mereka dengan kondisi kedalaman air disepanjang bibir pantai sejumlah pulau yang ada dalam wilayah Kabupaten Simeulu, menyulitkan mereka untuk mendekat ke bibir pantai guna dilakukan penyisiran. Sedangkan jika dilakukan penyisiran dengan berjalan kaki akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk satu pulau, sementara di wilayah itu terdapat sejumlah pulau-pulau kecil. Satu-satunya solusi untuk mempercepat proses pencarian hanya dengan menggunakan speed boat, kata Tgk Safadi saat dijumpai wartawan di Pasie Meukek, Minggu, (4/12).
Karena itu, melalui media ini mereka sangat mengharapkan kepada pihak terkait baik yang ada di Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Simeulue maupun di Provinsi Aceh segera mengerahkan bantuan speed boat ke titik lokasi fokus pencarian saat ini di sekitar Pulau Lewak dan Pulau Selaut.
Para tim pencari sangat membutuhkan bantuan speed boat sekarang ini, semoga aspirasi mereka yang kami sampaikan melalui media ini dapat di tindaklanjuti segera oleh pihak-pihak terkait, pintanya.