JAKARTA — Setelah menunggu proses izin sekitar dua pekan, Jumat, 20 Oktober 2017, Kementerian Luar Negeri Myanmar akhirnya menyetujui Tim Pembangunan RS Indonesia untuk mengunjungi lokasi pembangunan yang terletak di Muaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State. Proses izin yang cukup lama ini menyusul situasi di Rakhine State yang memanas pada akhir Agustus 2017 lalu.
Dua relawan MER-C yaitu Idrus Alatas dan Rizal Syarifuddin langsung bertolak ke Yangon, Myanmar, Senin, 23 Oktober 2017. Keduanya hari ini direncanakan langsung melanjutkan perjalanan ke Sittwe dengan maskapai lokal. Dari ibu kota Rakhine State ini, tim akan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke lokasi pembangunan RS Indonesia dengan jarak tempuh sekitar 3,5 jam.
Ketua Divisi Konstruksi MER-C sekaligus Penanggung jawab Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Myanmar Idrus Alatas mengatakan, kunjungan kali ini untuk melakukan pengukuran dan penentuan titik-titik bangunan kompleks RS Indonesia. Pengukuran akan dikerjakan bersama dengan kontraktor lokal pemenang tender.
“Saya dan Pak Rizal akan melakukan pengukuran bersama kontraktor lokal pemenang tender tahap dua, sekaligus menentukan titik-titik seluruh bangunan yang akan berada di dalam kompleks RS Indonesia. Setelah proses pengukuran ini, kami berharap Rakhita Ah Linn, kontraktor lokal yang kami tunjuk bisa segera memulai pembangunan tahap dua berupa rumah dokter dan rumah perawat,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin, 23 Oktober 2017.
Relawan yang telah berpengalaman dalam membangun rumah sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina ini juga menjelaskan bahwa agenda penting lainnya dalam kunjungannya ke Rakhine adalah pratender pembangunan tahap tiga, yaitu pembangunan bangunan utama RS Indonesia.
“Target penting kami lainnya adalah untuk pratender pembangunan tahap tiga dengan beberapa calon kontraktor lokal, sehingga setelah pembangunan rumah dokter dan perawat selesai kami harap bisa segera dilanjutkan dengan pembangunan bangunan utama rumah sakit,” imbuhnya.
Misi tim teknis dijadwalkan berlangsung selama 5 hari hingga Jumat, 27 Oktober 2017.