BANDA ACEH — Tim Panitia Kerja (Panja) Kesehatan Haji Komisi IX DPR Dede Yusuf Effendi menemukan bus yang disiapkan oleh Garuda Indonesia untuk membawa jemaah calon haji di Aceh tanpa dilengkapi toilet.
“Nanti (rekan DPR), tolong diingatkan untuk membuat hasil temuan ini kepada tim pengawas haji. Sebab, kita tidak ingin para jamaah menahan buang air karena akan berpengaruh bagi kesehatan,” ucapnya di Banda Aceh, Senin (21/8).
Hal tersebut terungkap ketika berdialog dengan pemangku kepentingan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji yang dihadiri Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah serta jajaran di Asrama Haji Aceh. Dede yang juga Ketua Komisi IX DPR mengatakan, dalam panitia kerja terdapat Komisi V DPR yang bertugas mengawasi angkutan transportasi jamaah haji.
Pemerintah telah menganggarkan dana cukup besar bagi dua perusahaan tranportasi udara sebagai pemenang tender, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines. Maskapai pelat merah ini dianggap kurang layak dalam melayani tamu-tamu Allah dari Aceh karena menyediakan bus-bus tidak dilengkapi dengan toilet.
“Alokasi anggaran transportasi ini cukup besar. Dengan waktu tunggu di dalam bus mencapai dua jam lebih, bisa dibayangkan. Jumlah jamaah risiko tinggi secara nasional 62 persen risiko tinggi,” ucapnya.