MEUREUDU – Ketua DPR Aceh, Muharuddin, bersama tim relawannya mengerahkan dua unit alat berat jenis escavator untuk membantu proses evakuasi korban gempa di Pidie Jaya, Rabu, 7 Desember 2016.
“Mengingat jumlah korban reruntuhan yang semakin bertambah, kita langsung berkoordinasi dengan anggota DPR Aceh, Zulfadhli, untuk mengerahkan dua unit alat berat jenis eskavator. Hal ini dikarenakan wilayah kabupaten Pidie Jaya merupakan daerah terparah dan titik pusat gempa yang berkekuatan 6,5 SR,” ujar Muharuddin, Rabu malam.
Menurutnya, penyerahan alat berat ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas anggota DPR Aceh untuk meringankan beban warga Pidie Jaya dan Bireuen.
“Kita berharap kepada korban bencana gempa agar tabah dan sabar, dan bertawakal kepada Allah SWT atas musibah yang menimpa saudara kita,” ujarnya.
Ia juga menghimbau seluruh masyarakat Aceh untuk peduli dan saling bahu membahu membantu korban musibah gempa di Pidie Jaya dan Bireuen.
“Saya imbau kepada Bupati Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen agar segera menetapkan status gempa yang terjadi pada 7 Desember 2016. Apakah status bencana ini sebagai kategori bencana kabupaten, provinsi atau bencana nasional, mengingat dampak dan kondisi gempa yang sangat parah hingga menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Dalam rombongan ini turut hadir, Wakil Ketua IOF Aceh, M. Natsir alias Memed, Anggota DPR Aceh, Azhari Cage, Tarmizi Panyang, Ermiadi Abdul Rahman, Nurzahri dan sejumlah anggota relawan IOF Aceh.
Sebelumnya diberitakan, gempa berkekuatan 6,4 SR terjadi pada pukul 05.03 WIB pagi tadi, tepatnya di 5.19 lintang utara (LU), 96.36 Barat Timur (BT) dengan kedalaman 10 Km. Gempa ini dirasakan oleh warga di Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Sabang, Bireun, dan Lhokseumawe.
Informasi yang diterima dari Tim Siaga Bencana diketahui jumlah korban akibat gempa terus bertambah. Hingga pukul 18.00 WIB tadi, tercatat 91 orang meninggal dunia di Pidie Jaya. Selain itu, di kabupaten tersebut juga terdapat 125 orang luka berat dan 411 orang luka ringan.
Sementara di Bireuen diketahui 2 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, dan 128 orang luka ringan. Gempa juga berdampak pada 10 ribu santri Dayah Mudi Mesra. Gempa subuh tadi juga menyebabkan satu orang meninggal dunia di Pidie dan satu orang dinyatakan hilang.[]