TERKINI
NEWS

Tiga Masalah yang Mengancam Aceh Saat Ini

BANDA ACEH - Tiga masalah besar saat ini tengah membayangi Indonesia, khususnya Aceh. Ketiga masalah yang dianggap sangat berbahaya itu, yakni paham radikalisme, terorisme, dan…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 4K×

BANDA ACEH – Tiga masalah besar saat ini tengah membayangi Indonesia, khususnya Aceh. Ketiga masalah yang dianggap sangat berbahaya itu, yakni paham radikalisme, terorisme, dan peredaran narkoba.

Hal itu disampaikan oleh tiga orang pemateri dalam diskusi bertema “radikalisme, terorisme, dan narkoba ancaman terhadap kedaulatan NKRI,” yang digelar Forum Pemuda Peduli Nusantara (FPPN), di Aula Kesbangpol Aceh, Kamis 28 September 2017.

Pemateri pertama, Prof Yusni Saby mengatakan, Indonesia tak terkecuali Aceh, saat ini sedang diserang dan digerogoti tiga penyakit berbahaya, yaitu radikalisme, terorisme, dan narkoba. Ketiganya dianggap sangat mengancam kedaulatan negara ini yang telah diraih dengan susah payah oleh para pendahulu.

“Kedaulatan mahal sekali, sebagian dari orang tua kita dan kakek kita mati syahid gara-gara mempertahankan kedaulatan negara,” kata Prof Yusni Saby.

Dia mengungkapkan, paham radikal dan terorisme yang belakangan berkembang serta semakin marak, dianggap telah mengganggu dan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Lain lagi dengan narkoba, barang haram ini dianggap menjadi satu alat yang tepat untuk merusak generasi muda bangsa ini.

Oleh karena itu, perlu tindakan bersama dalam menangkal dan membasmi ketiga penyakit berbahaya tersebut.

“Radikalisme, terorisme dan narkoba semuanya itu sekarang sudah dimasukkan dalam bisnis besar. Terror untuk buat konflik. Konflik perlu senjata dan senjata dibuat oleh pabrik dan pabrik punya perdagangan besar,” ungkapnya.

“Untuk itu, marilah semua bersama-sama membasmi sumber penyakit tersebut agar keutuhan negara Indonesia tetap terjaga,” ungkapnya lagi.

Sehubungan dengan itu, Saifuddin Bantasyam, pemateri lainnya mengatakan, dalam mengatasi ketiga permasalahan tersebut harus ada pendekatan khusus yang dilakukan pihak terkait. Meskipun tindakan kejahatan dari ketiga masalah itu sudah diatur dalam perundang-undangan.

“Pendekatan yang tepat harus dengan mengatahui secara mendalam motif atau penyebabnya. Kenapa menjadi radikal? Menjadi teroris? dan terlibat narkoba,” ungkapnya.

Saifuddin juga menambahkan, ada dua langkah dalam mengantisipasi radikalisme dan terorisme, yakni berupa pendekatan halus dan hard approach.

“(Pendekatan halu) Pemerintah memberikan introduction kepada orang-orang yang terlibat, bahwa ideologi mereka adalah ideologi yang tidak benar,” jelasnya.

“Yang keras (bila sudah sangat kembahayakan), kalau perlu gunakan kekuatan militer,” jelasnya lagi.

Selain itu, penegakan hukum yang tidak independen dalam menangani ketiga kasus tersebut, dikatakannya juga dapat mengakibatkan runtuhnya negara ini.

“Bahkan jangan lupa, radikalisme, terorisme atau massive pengunaan narkoba dan penyalahgunaan narkoba disebabkan proses penegakkan hukum yang tidak selalu independen. Saya menekankan penting bagi kita untuk menyadari bahwa kalau kita tidak hati-hati dan tidak mewaspadai hal-hal begini, maka negara ini akan runtuh,” katanya.

Kabid Pemberantasan BNNP Aceh, Amanto dalam materinya memaparkan, narkoba merupakan yang paling berbahaya dari ketiga masalah yang ada.

“Karena narkoba menyerang semua elemen masyarakat baik pejabat tingkat atas, pengusaha dan masyarakat tingkat bawah serta semua yang telah termasuk dalam peredaran narkoba,” ungkapnya.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar