TERKINI
TRAVEL

Tiga Mahasiswa Unsyiah Bangga Bisa Promosi Wisata Syariah di Malaysia

Mereka adalah Suci Iman Akbar dari Prodi Sosiologi FISIP, Sri Wardani dari Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Irza Lailatul Hikmah dari Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi.

ISKANDAR NORMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

BANDA ACEH – Tiga mahasiswa Universitas Syiah Kuala Banda Aceh mendapat kesempatan memaparkan hasil penelitiannya terkait pengembangan pariwisata berbasis syariah di Aceh dalam forum Aceh Development International Conference 2015 yang diselenggarakan Asosiasi Internasional Aceh Schoolars di Universitas Malaya Kuala Lumpur, Malaysia pada November lalu.

Mereka adalah Suci Iman Akbar dari Prodi Sosiologi FISIP, Sri Wardani dari Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Irza Lailatul Hikmah dari Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi.

“Sebelum mengikuti kegiatan tersebut kami sebelumnya mengirim karya tulis ilmiah untuk diseleksi oleh panitia sehingga layak atau tidak untuk dipresentasikan. Apabila karya tulis tersebut lulus maka berhak untuk mempresentasikannya di hadapan panitia dan seluruh presenter lainnya,” kata Akbar, pada portalsatu.com, Kamis, 3 Desember 2015.

Adapun peserta yang mengikuti konferensi tersebut berasal dari kalangan peneliti, dosen dan pengamat pembangunan yang berasal dari berbagai negara. “Saat itu tulisan yang masuk sebanyak 150 dan yang diterima untuk dipresentasinya hanya sebanyak 70 tulisan saja,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung pada 26 dan 27 November 2015 lalu itu memaparkan tentang keadaan dan kondisi perkembangan Aceh saat ini dan masa yang akan datang yang difasilitasi oleh panitia penyelenggara.

“Saat kegiatan itu hadir juga bapak Muhammad Nuh, mantan Menteri Pendidikan Indonesia sebagai pemateri. Dalam konferensi mereka berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya tentang pengembangan pariwisata syariah di Aceh. Dalam forum itu juga hadir para peneliti internasional yang juga berperan sebagai presenter,” kata Akbar.

Lebih lanjut, kata Akbar, hasil tulisan tersebut juga memberikan gambaran mengenai rancangan pariwisata syariah yang dicoba konsepkan oleh mereka, sehingga masyarakat dunia tahu bahwa pariwisata syariah itu menarik dan layak untuk dikunjungi serta tempatnya ada di Aceh.

“Dan hasil dari tulisan tersebut dipublikasikan oleh panitia sebagai karya tulis ilmiah kemudian diserahkan kepada Pemerintah Aceh untuk menjadi bahan rekomendasi penerapan pariwisata syariah,” ujarnya.

“Selain Aceh yang juga menerapkan syariat Islam konsep ini dianggap sinkron dengan peraturan daerah. Semoga dengan karya tulis ini pariwisata kita lebih islami, memiliki hotel yang syariah, kuliner-kuliner halal sehingga konsep Islam benar-benar kita rasakan manfaatnya,” ujar Akbar.[]

ISKANDAR NORMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar