TAPAKTUAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Selatan, sejak Selasa hingga Sabtu, 37 Januari 2017, mengakibatkan puluhan desa di beberapa kecamatan di daerah itu terendam banjir setinggi 1-2 meter.
Ratusan masyarakat di beberapa desa yang terisolir akibat dikepung banjir sudah terancam kelaparan karena bahan makanan tidak bisa dipasok menggunakan mobil. Otoritas pemerintah daerah setempat sedang mengupayakan proses evakuasi warga ke titik pengungsian..
Hasil pantauan, 7 Januari 2017, banjir terparah terjadi di Kecamatan Trumon Tengah. Sedikitnya, tiga desa di kecamatan tersebut, Desa Cot Bayu, Padang Harapan, dan Lhok Raya terisolir akibat dikepung banjir setinggi 1-2 meter.
Puluhan tim penyelamat dikerahkan Pemkab Aceh Selatan terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Satgas SAR, TNI dan Polri telah mengevakuasi ratusan warga tiga desa itu menggunakan perahu karet ke Kompi Brimob Trumon yang berlokasi di pinggir jalan lintasan nasional Tapaktuan-Medan.
Sekretaris Daerah Aceh Selatan H. Nasjuddin membenarkan ratusan masyarakat Desa Cot Bayu, Padang Harapan dan Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah sudah terisolir akibat luapan banjir yang belum surut. Ketiga desa yang dikelilingi perkebunan sawit tersebut berada di wilayah pedalaman kecamatan setempat yang berjarak dari pusat kecamatan sekitar 10-15 Km.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan masyarakat setempat, pihak aparat desa telah berinisiatif mendirikan dapur umum secara tradisional, karena mobil dapur umum milik Pemkab Aceh Selatan belum bisa dikerahkan ke lokasi. Sedangkan untuk kebutuhan makanan, pihak BPBK bersama Dinas Sosial telah memasoknya dengan perahu karet, kata Nasjuddin.