BIREUEN – Dalam Islam, keberadaan masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata. Namun, masjid juga menjadi basis utama dalam pengembangan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat. Itu dapat ditelusuri dalam khazanah sejarah Islam pada masa Rasulullah saw.
Dinul Islam sebagai agama rahmatan lil'alamin. Esensialnya keberadaan masjid sejak zaman Rasulullah saw., tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan ibadah saja. Termasuk di antaranya dijadikan tempat kajian pengembangan berbagai bidang sesuai esensi Islam sebagai agama paripurna. Sehingga di masjid pula dilahirkan gagasan dan pemikiran mengenai pengembangan ekonomi umat, kata Teungku Muhammad Kharazi Bambong, kandidat Master Ekonomi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 17 April 2017.
Teungku Kharazi Bambong menyebut pentingnya memahami sejarah dengan melihat masa lalu. Setibanya hijrah dari Makkah ke Madinah, Rasulullah melakukan tiga hal besar dan strategis. Setelah itu Islam menyebar ke penjuru dunia. “Pertama, membangun masjid. Kedua, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar (sosial and capital mobilizations), dan ketiga, menguasai pasar (ekonomi),” ujar guru Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga itu.