“Ada banyak teuraceu di Tangse.” Begitulah Akbar Rafsanjani, narablog dan video maker asal Pidie ini mempromosikan Tangse dan sekitarnya.
Teuraceu adalah istilah untuk menyebut air terjun yang tidak terlalu tinggi. “Yang sudah terdeteksi tujuh kalau nggak salah. Ada lagi yang belum terjamah. Tujuh itu yang cantik-cantik,” katanya masih dengan gaya yang provokatif.
Air terjun itu tersebar di beberapa kecamatan, seperti Tangse, Mane, dan Geumpang. Kecamatan-kecamatan ini berada di wilayah 'dataran tinggi' Pidie. Tak hanya punya air terjun, wilayah ini juga dikenal sebagai daerah penghasil durian yang enak, plus panorama alam yang memukau.
Lihat: Foto: Pesona Air Terjun Lhok Jôk Pidie
Di luar dari yang tujuh tadi belum termasuk air terjun Lhok Jôk yang ada di Kecamatan Mane. Air terjun ini sama sekali belum terjamah publik meskipun letaknya tidak begitu jauh dari jalan raya. Sabtu, 1 Juli 2017 lalu portalsatu.com mendapat kesempatan menyambangi air terjun Lhok Jôk.
Untuk sampai ke lokasi ini hanya perlu menempuh waktu sekitar 1,5 jam dengan roda empat dari Kota Beureunun, Pidie. Lebih asyik jika berangkat agak siang, kita bisa menyantap makan siang di Lhok Kuala yang menyajikan hidangan khas ikan keureulieng, ikan endemik yang hanya hidup di sungai-sungai di Tangse dan sekitarnya.
Air terjun Lhok Jôk ini lokasinya tidak begitu jauh dari Lhok Kuala. Untuk sampai ke air terjun, kita masih perlu trekking sekitar lima belas menit dengan rute yang tidak terlalu sulit. Pengunjung bisa menyusuri perbukitan ataupun sungai yang berbatu. Hari itu kami dipandu Jummi, fotografer asal Pidie yang juga hobi menjelajah alam.
Selama perjalanan dari Beureunun hingga ke lokasi, pemandangan yang tersuguhkan membuat kita tak henti-hentinya berdecak kagum. Sungai-sungai berbatu yang mengalirkan air yang deras dan jernih, sawah yang menghijau, juga deretan pohon pinus di pegunungan Tangse.
“Pohon pinus ini dulu disuruh tanam oleh Ibu Tien untuk penghijauan. Ini katanya gunung berapi, di sekitar sini ada kolam air panas,” kata Rio, rekan akbar yang turut memandu kami hari itu.
Baca: Kopi Arang dan Romantisme Senja di Lhok Keutapang Tangse