TEUNGKU H. Sabri, namanya. Ia bekerja di Unit Pelayanan Islami Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Sejak awal September lalu, saban hari pria yang lekat disapa Teungku Sabri ini mengisi tausiah untuk para pasien dan keluarganya di ruang perawatan RSUZA.
Tugas saya menyampaikan semacam wejangan, motivasi. Mengajarkan pasien bagaimana tata cara thaharah (bersuci), beribadah, dan mengingatkan mereka untuk perbanyak zikir serta sabar menghadapi segala ujian dan cobaan dari Allah SWT, kata Teungku Sabri kepada portalsatu.com di Warung De Helsinki, Lampineung, Banda Aceh, Selasa, 20 Oktober 2015.
Alumni Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, ini mengakui banyak hal yang ia peroleh saat berinteraksi dengan pasien dan keluarganya. Ada pengalaman tersendiri menghadapi berbagai tipe (karakter) pasien tentang permasalahan agama. Dan banyak pertanyaan yang membuat saya lebih intens lagi mempelajari dan mendalami ilmu, kata anak dari pasangan Ishak Muhammad Ali dan Nur Jannah Ibrahim itu sambil menyereput teh hangat.
Bagi pria kelahiran Aceh Besar, 17 Mei 1982, ini pekerjaan yang digelutinya bagian dari dakwah yang merupakan kebutuhan rohani para pasien.
Dampak yang saya perhatikan sangat baik, pasien menjadi lebih semangat menjalani hari-harinya di rumah sakit. Jadi selain diobati dari luar oleh tim medis juga diobati bagian dalamnya. Intinya jasmani dan rohani harus imbang yang kita berikan untuk pasien, ujar pengidola Rasulullah SAW ini.