BANDA ACEH – Ketua Masyarakat Teknologi Informasi (MIT) Aceh Teuku Farhan, mengatakan, ada pelajaran penting bagi umat Islam di belahan dunia manapun tentang kemenangan pilihan ya pada referendum Turki.
“Saya tersentak saat tahu pada pukul 12 malam persaingan sangat ketat, kelompok yang menyatakan tidak ternyata juga masih banyak dan boleh dikatakan berimbang 50:50 walaupun pada akhirnya pilihan ya menang dengan 51 persen,” kata Teuku Farhan.
Farhan mengatakan, dirinya melihat asa banyak pelajaran berharga disini, di antaranya pentingnya konsisten berjuang demi tegaknya izzah Islam, di atas rel kebenaran apapun resikonya. Bukan demi materi.
“Bagi saya sedikit miris melihat sebagian warga Turki yang menolak, begitu besar jasa Erdogan membuat Turki maju dan kini setara dengan negara maju di Eropa dan rakyatnya sejahtera, ternyata tidak mampu memikat hati sebagian warganya, saya bertanya apakah karena masyarakat pendukung Erdogan cenderung islamis dan apapun atas nama islamisasi dan mengatasnamakan peran agama mesti dikucilkan tidak peduli sebaik apapun kemajuan pembangunan negara yang berhasil dicapai,” kata Teuku Farhan.
Kata Farhan, ini pesan penting bagi umat Islam bahwa materi sesungguhnya bukan tujuan mereka yang tidak senang dengan kemajuan Islam tapi mereka memang tidak ingin Islam berjaya walaupun pemimpin muslim banyak yang hebat dan mampu jauh lebih hebat dibanding pemimpin kafir.
“Saya melihat fenomena ini sama seperti di Jakarta bagaimana kelompok anti Islam sangat membenci sesuatu yang islami mendominasi Jakarta, dengan segala cara mereka hadang. Mereka tidak pernah suka jika Islam di depan dan berprestasi,” katanya.
Farhan mengatakan, penduduk Jakarta, kehilangan akal sehat membangga-banggakan hasil pekerjaan pemimpin kafir walaupun dengan cara ilegal, dibantu duit mafia-mafia kakap, dengan tujuan merendahkan pemimpin muslim seolah tidak mampu tidak mampu berbuat seperti mereka.
