Jika diperhatikan pesawat-pesawat buatan Boeing selalu diawali atau diakhiri angka 7. Banyak yang penasaran dengan model pemberian nomor seri yang selalu menyertakan angka 7 ini.
Dan rasa penasaran masyarakat tentang 'kegilaan' Boeing dengan angka 7 ini diakui oleh perusahaan Amerika Serikat itu.
Selama ini banyak yang menduga Boeing selalu membubuhkan angka 7 karena kedekatan angka tersebut dengan angka keberuntungan.
Dugaan lainnya menurut laporam RoadWarriorVoice.com, Boeing mengambil nama dari sudut sayap pesawat produksinya.
Tapi sebenarnya pembubuhan angka 7 justru berasal dari apa yang mungkin menjadi salah satu saran pemasaran terbesar sepanjang masa.
Awalnya, Boeing tidak selalu menggunakan pola angka 7-7. Sebenarnya pesawat Boeing sebelumnya memiliki nama seperti Model 40, Model 80, Model 247 dan sebagainya. Tapi nama-nama seperti itu dirasa kurang mengena di dunia pemasaran
Setelah Perang Dunia II, perusahaan melakukan restrukturisasi dan setiap departemen diberi angka tiga digit. Saat itulah hal menarik tentang pemberian angka 7 dimulai.
“Untuk mendukung strategi diversifikasi ini, departemen teknik membagi nomor model pesawat ke dalam 100 blok untuk masing-masing bidang produk baru: 300 dan 400 mewakili pesawat seperti sebelumnya, 500 digunakan pada mesin turbin, 600 untuk roket dan rudal, dan 700 disisihkan untuk pesawat komersial bermesin jet,” kata sejarawan Boeing, Michael Lombard.
Menyadari nama Model 700 kurang enak diucapkan, departemen pemasaran Boeing mengusulkan nama 707 sebagai gantinya. Jadi kata Model dihilangkan dan pola 7-7 pun dimulai. Pola itu berlanjut hingga hari ini, dengan yang terbaru Boeing 787 Dreamliner.
Itulah alasan kenapa pesawat Boeing khususnya yang tipe komersial selalu diawali dan diakhiri oleh angka 7.[] Sumber: News.com.au, dream.co.id