BANDA ACEH – Sejak Jumat 16 Oktober, muncul pesan berantai tentang rencana aksi lanjutan di depan gedung rektorat Unsyiah pada Senin, 19 Oktober 2015. Pesan berantai tersebut tersebar lewat layanan BBM dan SMS.

Pesan itu berisi ajakan seluruh mahasiswa dari berbagai jurusan untuk mogok kuliah dan bergerak ke gedung rektorat Unsyiah untuk menuntut pihak rektorat mencabut sanksi skors bagi 10 mahasiswa.

Sumber portalsatu.com membenarkan informasi tersebut. Namun, kata sumber itu, teknisnya akan dibicarakan lagi dalam rapat tertutup.

“Ya, kami akan terus melakukan aksi demo jika rektor tidak mencabut sanksi tersebut,” ucap sumber yang tidak ingin namanya disebut.

Untuk diketahui, sebelumnya Rektor Unsyiah Samsul Rizal telah menetapkan 10 nama mahasiswa yang terkena sanksi skorsing dan tidak boleh mengikuti perkulihan. Mereka dituding telah malakukan ospek ilegal di luar kampus.

Rektor Unsyiah Samsul Rizal mengatakan bahwa sanksi tersebut tidak bisa dicabut karena keputusan sudah final.

“Peraturan tetap peraturan, saya sendiri telah melarang keras bagi mahasiswa untuk melakukan berbagai macam bentuk ospek karena terdapat banyak sekali pelanggaran dalam pelaksanaan ospek itu. Dan untuk peringatan saya kira telah jauh-jauh hari diperingatkan, bahkan sejak tahun 2012 yang lalu walau belum diberi sanksi akademik,” ucap Samsul.[] (mal)