LHOKSEUMAWE – Puluhan personel Satuan Pengamanan (Satpam) melakukan unjuk rasa terhadap PT. Perta Arun Gas (PAG) di depan Pintu II kompleks perusahaan itu (eks-PT Arun) di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Kamis, 14 Juli 2016, jelang siang. Satpam menuntut PAG membayar upah mereka yang telat sejak 15 hari lalu.

Pantauan portalsatu.com di lokasi, puluhan personel Satpam berteriak menuntut upah yang belum dibayar pihak perusahaan. Sedangkan pintu utama masuk perusahaan tersebut ditutup. Aksi itu turut dijaga para personel Polres Lhokseumawe.

“Sejak 15 hari yang lalu kami belum menerima upah (gaji) dari PAG. Karena itu, kami melakukan aksi ini. Sebab, keterlambatan membayar upah sudah sejak dua bulan lalu,” kata salah seorang personel Satpam ditemui portalsatu.com usai aksi.

Dia menyebutkan, biasanya PAG langsung menyalurkan gaji tersebut melalui pihak kontraktor yati PT. Hoka Setia tepat waktu, namun dua bulan terakhir mengalami keterlambatan.

“Kami sangat kesal, sewaktu lebaran kemarin tidak dibayarkan gaji. Padahal kami sangat memerlukan uang itu. Mereka hanya membayar Tunjangan Hari Raya (THR), sedangkan gaji tidak. Saat dikonfirmasi ke pihak kontraktor, mereka menyebutkan pihak PAG belum mentransfer ke pihaknya,” ujar personel Satpam itu lagi.

Menurutnya, gaji tersebut harus dibayar oleh pihak perusahaan sesuai aturan yang berlaku, selambat-lambatnya tanggal 5 tiap bulannya. “Kita minta proses pembayaran gaji sesuai dengan aturan yang berlaku dan sesuai dengan aturan standar Migas,” tuturnya.

Sementara itu, Tarmizi, General Manager Keselamatan, Kesehatan dan Manajemen Kualitas PAG  mengatakan, ini terjadi hanya karena miskomunikasi antara pihak manajemen dengan pekerja.

“Bukan tidak dibayar, namun hanya mengalami keterlambatan akibat lebaran kemarin. Tadi pihak manajemen di Jakarta sudah menghubungi dan akan membayar langsung besok semua gaji tenaga keamanan tersebut,” sebut Tarmizi ketika ditemui portalsatu.com.

Tarmizi mengaku keterlambatan tersebut karena ada pihak manajemen yang belum masuk kerja (cuti). “Jadi, kita harapkan agar pekerja bisa bersabar, karena besok semua tunggakan tersebut akan dibayar,” ujarnya.[]