BANDA ACEH Mantan Panglima Sagoe Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kawasan Tgk Lhok Drien Sawang, Tarmizi Panyang, mengenang Hasan Tiro. Hari ini, Jumat, 3 Juni 2016, tepat enam tahun kepergian deklarator GAM tersebut.
Hasan Tiro telah memberikan kontribusi besar untuk Aceh. Perjuangannya harus selalu diingat oleh rakyat Aceh, peu yang ka geupeugareh harus ta ikuti, kata Tarmizi kepada portalsatu.com.
Dia menilai banyak hal yang berubah setelah Aceh damai terutama mengenai persatuan mantan kombatan GAM. Padahal, kata dia, Teungku Hasan Tiro selalu mengajarkan agar bersatu. Karena tanpa persatuan mustahil kita mampu membangun Aceh yang lebih baik, ujarnya.
Dia juga mengingatkan besarnya tanggung jawab setiap pimpinan, baik dari level sagoe hingga level komando pusat, untuk memperhatikan mantan kombatan dan rakyat Aceh. Jangan malah mengedepankan kepentingan pribadi, katanya.
Tarmizi turut mencontohkan bagaimana Wali Hasan Tiro mengorbankan harta dan jiwanya saat berjuang. Tarmizi menceritakan Hasan Tiro melupakan kepentingan pribadi dan mengedepankan kepentingan Aceh. Nilai itu yang harus kita implementasikan saat ini, ujarnya.
Mantan Komandan Kompi 0011/Buraq Agam ini juga mengingatkan bagaiman prajurit dan sipil GAM bersatu ketika Wali Hasan Tiro masih hidup. Seharusnya, kata dia, hal tersebut juga bisa terus dilakukan hingga sekarang setelah kepergiannya.
Selaku yang ditinggalkan, kita harus mengenang dan mengingat jasa-jasa yang telah diberikan wali. Dan yang paling penting tidak salah dalam menjalankan amanah ini, apalagi sampai terpecah belah, kata Tarmizi Panyang.
Tarmizi turut mengenang detik-detik mengawal Hasan Tiro ketika kembali ke Aceh. Begitu pula saat dirinya menjadi salah seorang yang mengusung jenazah wali Hasan Tiro hingga ke liang lahat. Kenangan inilah yang terus menjadi cemeti baginya, untuk saling mengingatkan rekan-rekan perjuangan agar terus bersatu.
Ci peu saboh kamoe mandum, karena geutanyo ureung Aceh. Meuhet lon kalon Aceh nyo beu get. Wali hana geharap keadaan lage nyo, jadi tanyo mandum harus sadar, katanya.
Tarmizi juga berharap agar seluruh mantan pejuang dan rakyat Aceh untuk mengambil spirit perjuangan Tgk Hasan Tiro yang begitu ikhlas memperjuangkan hak-hak Aceh. Selain itu, politisi Partai Aceh ini juga berharap pemimpin di Aceh tidak mudah terprovokasi dan mendengar bisikan-bisikan yang mampu menghancurkan persatuan.
Aceh harus belajar dari sejarah. Kiban Belanda peuhanco bumoe Aceh ngon politik adu domba. Jangan sampai hal itu kembali terulang di kita. Saya berharap dengan peringatan hari ini, kita kembali mengenang apa yang telah kita lakukan dulu, dan apa yang harus kita perjuangkan untuk ke depan, kata anggota DPRA tersebut. [](bna)