BANDA ACEH – Anggota DPRA (Dewan Perwakilan Rakyat Aceh), Tarmizi, mengatakan bahwa menjadi seorang pejabat publik tidaklah mudah. Karena menurutnya, memangku amanah sebagai wakil rakyat sangatlah berat.
Mantan Panglima Sagoe Lhok Drien Daerah I Samudra Pasee ini mengaku, sejak menjadi anggota DPRA dirinya memiliki banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dikerjakan.
Jeut keu anggota dewan jai that PR, nyan jalan di Sawang dari masa Irwandi sampoe oh jinoe meusaboh jalan tan bereh (Menjadi anggota DPRA banyak PR, itu jalan di Sawang Aceh Utara, dari masa Irwandi sampai sekarang, satu pun jalan tidak beres), kata Tarmizi di sela-sela percakapannya saat berkunjung ke kantor redaksi portalsatu.com, Selasa, 15 Desember 2015.
Tarmizi mengatakan bahwa masyarakat di pedesaan tidak menuntut banyak hal. Mayoritas mereka, menurut Tarmizi, hanya menuntut jalan dan akses yang bagus.
Ureueng gampong hana geulake laen, jalan sagai beu bereh (orang kampung tidak minta macam-macam, jalan saja yang harus dibereskan), katanya.
Sebagai mantan pejuang GAM dan sekarang menjabat sebagai anggota DPRA, ia sangat berharap pemerintah eksekutif atau pihak terkait lainnya untuk lebih memperhatikan keadaan rakyat dan bekerja sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Ka padip boh ka rumoh bantuan yang long bangun tanpa na dana dari laen, di Blower jalan Patimura na cit lon sewa rumoh 6 boh kama untuk jame dari daerah yang geupiyoh di Banda Aceh (Sudah ada beberapa rumah dhuafa yang saya bantu tanpa dukungan pihak lain, di jalan Patimura Blower Banda Aceh ada juga saya sewa sebuah rumah berkapasitas 6 kamar untuk tempat singgah tamu dari luar daerah bila ke Banda Aceh), kata salah satu mantan pimpinan pasukan GAM D I Pase ini.[](tyb)