PADANG SIDEMPUAN – Seorang siswi SMKN 3 Padang Sidempuan, Sumatera Utara, nekat bunuh diri dengan menenggak racun pestisida. Alasannya, ia tak tahan dengan intimidasi dari guru sekolahnya.
Pada Sabtu 1 April 2017, AN berjalan menuju belakang sebuah masjid yang berada tak jauh di rumahnya di Desa Batang Bahal, Kecamatan Padang Sidempuan Batunadua. Ia meminum cairan dari sebuah wadah di lokasi tersebut.
Seorang warga yang melintas curiga dengan tindakan AN. Ia kemudian mendekat dan melihat AN terkapar tak sadarkan diri. Kemudian warga membawa AN ke RSUD Padang Sidempuan.
Kini AN mendapatkan perawatan di RSUD Padang Sidempuan. Keluarganya kemudian melaporkan kejadian itu Komite Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID).
Menurut IA dan RA, teman sekelas AN, mereka mendapat intimidasi dari seorang guru berinisial E. Intimidasi bermula saat ketiganya memprotes soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 bocor beberapa waktu lalu.
E diduga membocorkan soal ujian kepada siswa berinisial Y, yang tak lain anaknya sendiri. E mengancam mereka untuk tak membongkar kejadian itu.
“Kami diintimidasi. Katanya, kami diancam penjara dan denda Rp750 juta bila membongkar itu. Ada juga guru yang memanas-manasi ibu E supaya kami dipenjara,” ungkap IA di kediamannya di Padang Sidempuan, Rabu 5 April 2017.
Sementara itu, Kepala SMKN 3 Padang Sidempuan Darwisah Lubis mengaku tak mengetahui hal tersebut. Ia membantah ada guru yang membocorkan soal maupun jawaban UNBK.
“Kalau itu saya enggak tahu, yang saya tahu siswi saya sakit. Alasannya saya tak diberi tahu. Saya jenguk dia (AN) di rumah sakit. Saya beri dia motivasi dan bantuan sebagai kepala sekolah,” kata Darwisah.
AN dan dua temannya itu merupakan peserta UNBK tahun ajaran 2016-2017 di SMKN 3 Padang Sidempuan. Mereka sedianya mengikuti UNBK yang berlangsung mulai 3 hingga 6 April 2017. Atas peristiwa tersebut, AN tidak mengikuti UNBK karena kondisinya masih terkulai lemas dan harus mendapatkan perawatan medis.[] Sumber: metrotvnews.com