LHOKSEUMAWE – Nelayan Pusong meminta Polres Lhokseumawe mengembalikan 115 drum Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang disita Polisi pada Jumat, 21 April 2017. Pasalnya BBM tersebut untuk kebutuhan melaut 9 unit kapal boat nelayan.
BBM itu untuk kebutuhan 9 boat nelayan di sini, bila disita boat-boat itu tidak bisa melaut, jadi kami memohon agar solar dikembalikan saja, agar kami rakyat kecil ini bisa mencari rezeki, kata Rusli Panglima Laot Pusong, Lhokseumawe kepada portalsatu.com, Sabtu, 22 April 2017.
Rusli membantah bila BBM tersebut ditimbun, menurutnya BBM itu tidak untuk jual kembali namun langsung digunakan untuk kebutuhan melaut. 115 drum itu untuk kebutuhan selama sepekan.
Semua tahu bagaimana kondisi nelayan di Pusong saat ini, kadang dapat ikan kadang tidak, jadi di saat kami tidak dapat ikan dan tidak ada uang, kami bisa utang minyak dari tiga orang tersebut. sedangkan di SPB Khusus nelayan kami tidak bisa berutang, terang Rusli.
Selian itu kata Rusli, penyebab nelayan terpaksa mencari BBM di luar SPBU khusus nelayan karena harganya berbeda, harga solar nonsubsidi SPBU biasa nelayan bisa membeli dengan harga standar, sedangkan di SPBU nelayan sendiri, malah lebih mahal.