SIGLI – Calon Wakil Gubernur Aceh, TA Khalid, berharap dayah-dayah yang ada di Aceh mau mengundang seluruh kandidat gubernur untuk memberikan pencerahan politik menjelang Pilkada 2017. Menurutnya hal ini perlu agar masyarakat tahu apa yang akan terjadi pada 15 Februari 2017 mendatang.
“Sehingga masyarakat Aceh hana meuron-ron lage boh trung lam jiee. Sehingga masyarakat Aceh tanyo dipilih sesuatu berdasarkan ilmee,” ujar TA Khalid saat memenuhi undangan Maulid Nabi di Dayah Al Fikriyah Blang Bawang, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Senin, 19 Desember 2016.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Pidie Iriawan, Anggota DPRK Isa Alima, politisi Partai Aceh Husaini. M.Nur, dan politisi NasDem, Abdullah.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga berharap kepada semua pihak untuk memberikan wawasan politik kepada masyarakat. Harapan ini tidak hanya ditujukan kepada pelaksana Pilkada, kontestan, dan tim sukses saja. Namun, harapan yang sama juga disampaikan TA Khalid untuk lembaga pendidikan di Aceh termasuk di lingkungan dayah.
“Berikan pencerahan, pencerdasan politik kepada masyarakat karena yang teungoh ta hadapi, yang teungoh ta lakukan pada 15 Februari adalah pendidikan politik, proses politik,” katanya.
Menurutnya jika proses politik yang tidak berjalan baik akan mempengaruhi ke hal lain, termasuk anggaran daerah di masa mendatang. Cawagub pendamping Muzakir Manaf di Pilkada 2017 ini menilai pencerdasan politik kepada masyarakat merupakan tanggung jawab semua pihak.
“Pakon? Pengalaman kaleuh terbukti, gasin saboh nanggroe han hanco nanggroe nyo, gasin saboh nanggroe han gadoh nanggroe lam peta. Tetapi apabila hancoe politik lam nanggroe maka hancoelah, gadohlah nanggroe nyan lam peta,” ujarnya.
Dia kemudian mencontohkan hilangnya negara Uni Soviet dari dalam peta disebabkan kisruh politik di dalam negeri mereka. Padahal negara ini memiliki tentara yang kuat dan terkenal di dunia, yaitu disebut 'Tentara Merah' dan intelijen paling ditakuti dunia, KGB.
“Di saat hancoe politik, ureung dawa dawi, di saat ureung dawa dawi, ureung pecah belah, maka meruah lah nanggroe,” katanya.
TA Khalid kemudian membandingkan dengan kondisi negara Yunani yang sempat dilanda krisis moneter beberapa waktu lalu. Meskipun dalam kondisi ekonomi yang serba sulit, tetapi Yunani masih bertahan hingga sekarang karena tidak ada silang sengketa politik di dalam negeri mereka. Walaupun negara ini harus berhutang kepada IMF dan negara Uni Eropa, tapi tidak menghancurkan negara Yunani seperti halnya Uni Soviet.
“Kesatuan dan kekompakan saboh bangsa, nyan keuh yang sanggop menjaga saboh marwah bangsa. Bek sampe gara-gara pilkada bek sampe tanyo cre bree, bek sampe berpecah belah,” kata kandidat yang diusung Partai Aceh ini.
Dia juga mengajak masyarakat Aceh untuk sama-sama memperbaiki akhlak. Pasalnya, menurut TA Khalid, kunci memperbaiki bangsa adalah dengan memperbaiki akhlak pribadi masing-masing.
“Ci ta perbaiki droe, nyoe pakat peugot nanggroe, kunci utama peugot droe. Bek meulumpoe akan jeut peugot nanggroe nyoe akai droe hana got. Ci tanyong, introspeksi diri, tanya pada diri masing-masing, sudahkah aku cakap serupa bikin? Bek sampe gara-gara beda pendapat, bek gara-gara beda dukungan tanyoe ka pecah belah dan pake. Pemilihan Pilkada penting, tetapi perdamaian Aceh lebih penting,” katanya.[]