TERKINI
TEKNO

SURAT PEMBACA: Pencitraan Pemko Banda Aceh Jelang Pilkada Beda dengan Fakta

BANDA ACEH - Pencitraan Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai kota yang nyaman dinilai oleh Hambali, selaku warga Kota Banda Aceh, seharusnya ditinggalkan saja. Pasalnya, menurut…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

BANDA ACEH – Pencitraan Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai kota yang nyaman dinilai oleh Hambali, selaku warga Kota Banda Aceh, seharusnya ditinggalkan saja. Pasalnya, menurut dia rasa nyaman justru tak sepenuhnya tampak di lapangan.

Menurut Hambali persoalan infrastruktur yang sangat buruk membuat masyarakat sama sekali tak menikmati bagaimana hidup di ibukota provinsi Aceh yang Ibu Kota Banda Aceh, dan justru malah was-was dalam menjalankan aktivitas.

“Coba lihat infrastruktur yang ada di dalam Kota Banda Aceh? Trotoar rusak, yang seharusnya bisa dilewati masyarakat pejalan kaki akibat trotoar yang rusak tak kungjung diperbaiki. Mau nyaman bagaimana,” kata Hambali.

Hambali sendiri menyampaikan jika selama ini tak ada upaya dari Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memperbaikinya, mengingat persoalan infrastruktur yang rusak, bukan lagi di tempat-tempat tersembunyi tapi di jalan yang banyak dilewati warga.

“Saya hampir saja masuk ke dalam got. Soalnya saat saya lewat trotoar, ternyata trotoarnya retak dan saya hampir masuk parit. Selain itu trotoar jelek, padahal itu di lokasi jalan utama dekat Capela Honda Peunayong Banda Aceh,” kata Hambali.

Hambali sendiri menyebutkan jika Pemerintah Kota Banda Aceh jangan sibuk pencitraan dekat-dekat Pilkada, sementara kondisi di lapangan tidak sesuai dengan apa yang dicitrakan tersebut.

“Akan lebih baik memperbaiki infrastruktur agar masyarakat nyaman tinggal di Banda Aceh,” kata pria yang aktif di Facebook ini dan bisa jadi foto trotoar rusak, bisa dilihat oleh penjabat Kota Banda Aceh serta ada yang komentar.

Menurutnya, di beberapa tempat lain, seperti sepanjang jalan protokol, taman indah dibangun di pulau jalan yang berada di tengah jalan raya dan setiap hari disiram, sementara parit-parit di sisinya terbuka lebar bahkan tanpa trotoar, kotor menimbulkan bau busuk sejak lama. Salah satu yang terlihat seperti itu ada di Simpang BPKP, Ulee Kareng dan di depan markas Polda Aceh.[]

Penulis: Darwin

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar