Tangan memegang tasbih berputar
Kaki pun duduk tawaruk terbalik
Saat itu mata terpejam
Dengan tangan bersilang
Kaki terkendali dari rasa dan raba
Sang kalbu memendam
Dalam dekapan lafal “Allahu”
Jiwa menghitung denyut jantung
Tasbih terus bergema
Untaian zikir terus menghantam
Memberondong bilik syaitan
Perisai terus memblokade
Menghujam peluru zikir
Dengan memejamkan mata
Berusaha menyelam
Jauh ke samudera makrifah
Seraya berzikir menghadap sang ilahi
Rasakan kehadirannya dalam raga.
Ya Allah betapa berdosanya kami
Hingga membuat Engkau murka
Ya Allah ampunilah mereka semua
Karena kami adalah hamba yang hina
Rabitah mengingat guru
Menuntut Salik (orang berjuluk)
Menuju pengembaraan rohaniahnya
Pasca rabitah mengingat kematian