TERKINI
GAYA

Sulaiman Juned: Drama Hasan Tiro Asli dan Menghargai Hak Intelektual Pemusik

BANDA ACEH - Drama Hasan Tiro yang berjudul “Sebuah Drama Sejarah Aceh 1873 – 1978” (The Drama of Achenese History) merupakan karya asli. Dalam naskah tersebut,…

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

BANDA ACEH – Drama Hasan Tiro yang berjudul “Sebuah Drama Sejarah Aceh 1873 – 1978” (The Drama of Achenese History) merupakan karya asli. Dalam naskah tersebut, Hasan Tiro menulis ketentuan musik yang dipakai -saat dipentaskan- setiap babaknya, dengan menyebutkan judul musik dan pengkaryanya.

Demikian kata Kandidat Program Doktoral Penciptaan Seni ISI Surakarta, Sulaiman Juned, yang diwawancarai portalsatu.com di Banda Aceh, Senin, 21 Maret 2016.

“Tidak ada masalah kalau kita menggarap pertunjukan atau membuat naskah drama lalu menentukan musik dengan menyebut judul dan karyanya seperti Hasan Tiro. Ya, memang harus begitu (menyebutkan sumber dan nama pengarang bila ada yang diambil) dalam berkarya, kejujuran ilmiah namanya,” kata Sulaiman.

Sebagaimana diketahui, Sulaiman Juned baru saja menyelesaikan pertujukan di Banda Aceh, yang dihadiri oleh promotor dan ko promotor dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta di antaranya Prof. Sardono W. Kusomo, Nano Riantiarno dan Prof. Dr. Irwan Abdullah, MA.

Pendiri Sanggar Cempala Karya ini mengatakan, yang dibuat Hasan Tiro dalam naskah dramanya bukan epigon (meniru) apalagi menjiplak karena ia menyebut judul musik dan nama orang pemilik karya tersebut.

Pernyataan Sulaiman Juned ini menjawab pernyataan Tungang Iskandar di akun facebooknya, Senin, 21 Maret 2016 yang kemudian disiarkan portalsatu.com.

Seorang cendikiawan dan sastrawan sekelas Hasan Tiro dengan jelas menyebutkan judul karya dan penciptanya. Hal tersebut dinilai jauh berbeda dan sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan cara beberapa orang penyanyi di Aceh. Cara penyanyi di Aceh tersebut, termasuk yang baru-baru ini Bergek, tanpa menyebut irama asal, penciptanya, dan pemegang hak siar di lagu yang mereka nyanyikan, dinilai melanggar hak intelektual pencipta.[]

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar