BANDA ACEH – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat sudah tiga ekor gajah Sumatera yang ditemukan mati sejak Januari-Mei 2017. Ketiga kasus ini terjadi di Aceh Timur, Gayo Lues, dan Pidie.
“Satu ekor di Aceh Timur dengan dugaan ditembak dan gadingnya hilang. Satu ekor di Gayo Lues, penyebabnya diracun, juga hilang gading, satu ekor anak gajah berusia satu bulan di Geunie, Tangse, Pidie. Itu mati disebabkan kecelakaan (terperosok),” kata Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, menjawab portalsatu.com, Jumat, 2 Juni 2017.
Dia menyebutkan BKSDA Aceh hanya mampu mendirikan Central Respon Unit (CRU) untuk menangani konflik yang terus terjadi antara satwa liar dengan manusia. Saat ini, terdapat tujuh lokasi CRU di seluruh Aceh yang terus memantau dan merespon konflik gajah secara manual maupun menggunakan gajah jinak.
“Tetapi kita juga terbatas anggaran serta sumber daya. Konflik terjadi secara massif di berbagai tempat, sementara tim penanganan terbatas jumlahnya,” kata Sapto.