TERKINI
TAK BERKATEGORI

SUARA RAKYAT: Beragam Pendapat dari Aceh Utara

LHOKSUKON – Sejumlah warga di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara mengaku sudah mengetahui nama-nama tokoh yang menyakan maju sebagai bakal calon Gubernur Aceh pada…

NUSI P SEURUNGKENG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 831×

LHOKSUKON – Sejumlah warga di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara mengaku sudah mengetahui nama-nama tokoh yang menyakan maju sebagai bakal calon Gubernur Aceh pada pemilukada 2017. Namun demikian sebagian dari mereka menyatakan masih belum menentukan siapa calon favorit yang menjadi andalannya untuk memimpin Aceh di masa mendatang.

“Bagi saya tidak penting calonnya dari partai mana, karena yang menentukan layak atau tidaknya seorang pemimpin adalah pribadi mereka sendiri. Yang terpenting calonnya benar-benar siap, bukan sekedar calon yang disiapkan.  Dalam arti, calonnya harus orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki pengalaman luas di bidang pemerintahan, serta memiliki wawasan agama yang baik. Sehingga nantinya bisa memimpin rakyat dengan baik pula,” kata Jafar, 42 tahun, pandai besi asal Kecamatan Tanah Pasir kepada portalsatu.com, Sabtu 6 Februari 2016.

Jafar menyebutkan, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menentukan pilihan pada pesta demokrasi 2017 mendatang. Mengingat sebagian dari para bakal calon sudah pernah memimpin Aceh sebelumnya, baik itu sebagai Gubernur atau pun Pj. Gubernur. Jadi, kata dia, tinggal bandingkan saja perbedaannya.

“Sejauh ini saya belum memiliki pilihan pasti. Namun di antara sejumlah calon yang ada, saya lebih respek kepada Tarmizi Karim. Beliau orang yang punya latar belakang pendidikan tinggi. Selain itu juga sangat berpengalaman di pemerintahan,” uca Jafar.

Harun Rasyid, 54 tahun, warga Gampong Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon mengatakan, calon Gubernur yang menarik perhatiannya pada pemilukada mendatang antara Tarmizi Karim dan Irwandi Yusuf.  Harun Rasyid mengaku tidak melihat calon dari latar belakang partai, tapi lebih pada ketokohannya.

“Menurut saya keduanya memiliki pribadi yang kuat, pola pikir luas dan peduli terhadap masyarakat. Bukan sekedar pemimpin yang hanya membuai masyarakat dengan janji kosong saat kampanye.  Karena masyarakat butuh bukti, bukan janji,” ujar Harun Rasyid yang saban hari mengais rezeki dari jual beli hasil tani.

Ia berharap, masyarakat bisa merdeka memilih pada pemlukada mendatang. “Jangan seperti yang sudah-sudah banyak tekanan yang mengharuskan masyarakat memilih satu calon dari partai tertentu. Jika tidak bersedia malah diancam. Saya harap kali ini tidak terjadi lagi hal yang demikian,” ungkap Harun Rasyid.

Hal lainnya dikatakan Fajri, 29 tahun, pedagang ayam asal Kecamatan Lhoksukon. Ia menyatakan tidak akan memberikan suaranya pada pemilukada mendatang.

“Siapa pun Gubernur Aceh nantinya, hal itu bagi saya sama saja. Saya tetap akan bekerja seperti ini untuk menghidupi keluarga.  Semuanya sama saja, tidak akan ada perbedaan. Terlalu banyak janji yang tidak terealisasi,” kata Fajri.

Sementara itu, Teti, 45 tahun, pedagang kelontong asal kota Lhoksukon secara terpisah menyatakan, dirinya belum menentukan pilihan, meski sudah mengetahui nama-nama calon yang muncul.

“Lihat nanti sajalah, lagi pula masih tahun depan. Yang jelas pemimpinnya harus peduli nasib rakyat kecil, bukan hanya yang mementingkan kelompok atau bahkan partainya,” ujar Teti.

Meski berbeda pendapat, namun mereka memiliki keinginan hampir sama. Masyarakat akr rumput itu ingin siapa pun pemimpin Aceh kelak harus benar-benar peduli dengan rakyatnya. Pemimpin yang baik harus dapat menyejahterakan rakyatnya. Salah satunya dengan membuka lahan pekerjaan yang luas untuk rakyat, khususnya di bidang pertanian. Sehingga ekonomi masyarakat miskin bisa lebih baik lagi.[] (idg)

NUSI P SEURUNGKENG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar