IDI RAYEK – Pemilukada serentak di Aceh 2017 sudah di depan mata. Banyak kandidat kepala daerah semakin berani menunjukkan birahi kekuasaannya di ruang publik. Mulai kandidat gubernur hingga bupati dan wali kota.
Beragam cara tebar pesona yang mereka lancarkan untuk uji publik menjelang dibukanya kran pendaftaran bakal calon oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP). Mereka sarat ambisi merangkul massa di segala penjuru Tanah Rencong, membentuk tim relawan hingga tim pemenangan. Ada yang mengadakan pertemuan alias silaturahmi dengan masyarakat, ada pula memajang baliho dan spanduk bertebaran di kawasan pusat kota, juga memasang advertorial di media massa.
Lantas, bagaimana komentar masyarakat akar rumput di Aceh Timur tentang kriteria kepala daerah/bupati untuk membawa kabupaten ini ke arah lebih baik di masa mendatang? Berikut komentar sejumlah warga dihimpun portalsatu.com, Sabtu, 9 April 2016:
Samsul Bahri (petani padi asal Bagok, Kecamatan Nurussalam):
Pemimpin untuk Aceh Timue yang kamoe perle beulage prinsip Pak Jokowi. Kiban Pak Jokowi tron u lapangan jak kalon kondisi masyarakat, beu meunan syit bupati Aceh Timue. Dan beu tateupue di Aceh Timue dum peu na, laot darat na hasil bumi. Meunyoe hase alam nyan hana jeut dikelola dan hana jibie hase keu masyarakat, adak hana pemimpin pih jeut di Aceh Timue nyoe.
Syahrullah (penjual air tebu di Idi Cut):
Ada beberapa calon yang kita lihat sudah muncul di Aceh Timur, tapi mereka kita lihat baru muncul di pohon-pohon alias spanduk yang diikat di pohon. Mulai dari spanduk Rocky yang na tulesan ata soet, lage soet nyan. Dan na Adi Maros yang na spanduk sok kupiah mirah nyan yang na deuh Din Minimi. Tapi mandum yang kana nyan long hana yakin lom, karna Aceh Timue nyoe hana maju lom.
Sayed Ibrahim (wiraswasta asal Simpang Ulim):